Bintan Terkini

Imigran di Bintan Unjuk Rasa Ternyata Menuntut Kelonggaran Waktu Keluar Masuk Hotel

Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Imigrasi Tanjungpinang Hendry K Darmawan menemui imigrasi pengungsi yang melakukan unjuk rasa sejak Kamis pagi

Imigran di Bintan Unjuk Rasa Ternyata Menuntut Kelonggaran Waktu Keluar Masuk Hotel
TRIBUNBATAM.id/AMINNUDIN
WNA Imigran melakukan aksi demo di Bintan, Kamis (29/11/2018) 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN - Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Imigrasi Tanjungpinang Hendry K Darmawan menemui imigrasi pengungsi yang melakukan unjuk rasa sejak Kamis pagi.

Para imigran pengungsi menggelar unjuk rasa dengan membawa berbagai macam aspirasi. Mulai dari soal pelayanan hotel, kesehatan, pendidikan sampai lampu jalan hotel remang-remang pun diaspirasikan.

Baca: Warga Negara Asing Pengungsi Gelar Aksi Unjuk Rasa di Hotel Bhadra Resort Bintan. Ini Tuntutannya

Baca: Untuk Penggunaan Anggaran Dana Desa, Pemkab Bintan Lakukan Pembinaan Terhadap Kepala Desa

Baca: 205 Imigran Huni Rumah Detensi, Ini Fasilitas yang Disiapkan untuk Hilang Kejenuhan

Terkhusus Kepada Imigrasi, pengunjuk rasa menyampaikan tuntutan agar diberi lebih banyak kelonggaran waktu keluar masuk hotel yang jadi tempat tinggal sementara mereka saat ini.

"Kebetulan kami di Imigrasi terkait fungsi pengawasan imigrasi. Masalahnya sih yang mereka sampaikan ke kami salah satunya waktu keluar masuk hotel, jam berapa mereka bisa keluar masuk. Jadi intinya mereka minta kelonggaran waktu saja,"kata Hendri.

Saat ini, Imigrasi hanya memberikan waktu para imigran pengungsi untuk keluar hotel dari pukul 06.00 sampai pukul 18.00 WIB. Sebelumnya, Imigrasi menetapkan batas berada di luar hotel dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 18.00 atau jam 6 malam. Namun karena ada permintaan bahwa pengungsi juga butuh jalan-jalan di pasar untuk belanja kebutuhan, maka jam keluar dilonggarkan ke pukul 06.00.

Keluhan lain, masalah pelayanan hotel yang dinilai buruk. Seperti kualitas air yang dikeluhkan berdebu dan berwarna merah. Persoalan kualitas listrik yang dinilai sangat jelek. Terkait persoalan persoalan tersebut, Imigrasi mengatakan menyatakan hal itu domainnya International Organization for Imigration (IOM).

"Jadi saya bilang ke mereka, silahkan sampaikan ke IOM kalau itu, kita kan di pengawasan, jadi sudah ada skup skupnya,"kata hendry.

Kembali terkait persoalan jam boleh keluar luar hotel, Hendry juga menimpali soal isu ada pengungsi yang ditemukan keluyuran malam di tempat hiburan malam saat malam. Termasuk pertanyaan awak media yang bertanya soal ada trend janda-janda di tempat tertentu yang terpikat dengan pria imigran.

Menurut dia, pihaknya selalu aktif melakukan pengawasan. Sejauh ini belum ada laporan terkait itu diterima. Imigrasi kata Hendry akan aktif berkoordinasi dengan pihak kepolisian bila ada tindak pidana ditemukan mengarah ke hal tersebut.

"Kalau kita, intinya, kalau selama tidak ditemukan apa-apa, kalau dari segi kedisiplinan, kalau ada yang keluar di jam keluar yang disepakati, kita bisa kembali tempatkan di rumah detensi imigrasi, di rudemin,"kata Hendry. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved