BATAM TERKINI

Majelis Hakim Vonis Mati 7 Terdakwa, 1 Seumur Hidup. Sidang Maraton Kasus Penyelundupan 2,9 Ton Sabu

Majelis hakim Pengadilan Negeri Batam dalam sidang maraton dua kasus penyelundupan 2,9 ton narkoba jenis sabu ke Batam, memvonis mati 7 terdakwa dan m

Majelis Hakim Vonis Mati 7 Terdakwa, 1 Seumur Hidup. Sidang Maraton Kasus Penyelundupan 2,9 Ton Sabu
TRIBUNBATAM.id/ARGIANTO DA NUGROHO
Chen Meisheng salah satu tedakwa penyeludupan 1,6 ton sabu berteriak saat dimasukan ke dalam mobil tahanan Kejaksaan Negeri Batam usai di vonis mati oleh Majelis Hakim. Kamis (29/11/2018) malam 

TRINUNBATAM.id, BATAM - Majelis hakim Pengadilan Negeri Batam dalam sidang maraton dua kasus penyelundupan 2,9 ton narkoba jenis sabu ke Batam, memvonis mati 7 terdakwa dan menghukum 1 terdakwa dengan hukuman penjara seumur hidup, Kamis (29/11/2018) malam.

Dalam sidang pertama kasus 1,6 ton sabu, majelis hakim yang diketuai Muhammad Chandra dan didampingi hakim anggota Redite Ika Septina dan Yona Lamerosaa Ketaren menjatuhkan vonis mati untuk terdakwa Chen Hui, Chen Yi, Chen Meisheng, dan Yao Yin Fa.

Dalam amar putusan yang dibacakan secara bergilir oleh majelis hakim, empat terdakwa yang merupakan warga negara China dinyatakan terbukti melanggar hukum sebagaimana dalam dakwaan primer dan subsider.

Baca: Majelis Hakim Vonis Mati Tiga Terdakwa Penyeludupan 1,3 Sabu dan Huang Hing An Dihukum Seumur Hidup

Dalam dakwaan primer yakni pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dan subsider pasal 113 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 209 tentang narkotika, serta lebih subsider pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Majelis hakim menyatakan perbuatan keempat terdakdwa mengakibatkan citra Indonesia menjadi buruk di dunia internasional karena seolah-olah Indonesia jadi lahan empuk peredaran narkotika.

Hakim juga menyebutkan tidak ada alasan meringankan karena selama selama persidangan, empat terdakwa tidak mengakui perbuatannya menyelundupkan atau membawa 1,6 ton sabu masuk ke Indonesia, serta selama persidangan memberi keterangan yang berbelit-belit kepada majelis hakim.

Baca: Usai Vonis Mati Empat Tedakwa, Majelis Hakim Lanjutkan Sidang Vonis Penyeludupan 1,3 Ton Sabu

Sementara pada sidang kedua, kasus penyeludupan 1,3 sabu dengan empat terdakwa, majelis hakim yang sama menjatuhkan vonis mati terhadap tiga terdakwa yakni Chen Chung Nan, Chen Chin Tun, dan Hsieh Lai. Semenntara satu terdakwa yakni Huang Hing An dijatuhi hukuman penjara semur hidup.

Majelis hakim menyatakan tiga terdakwa yang divonis mati terbukti melanggar hukum sebagaimana dalam dakwaan primer sebagaimana diancam pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Baca: Hakim Vonis Mati Empat Terdakwa Penyeludupan 1,6 Ton Sabu, Chen Meisheng Berteriak Tidak Terima

Kemudian subsider pasal 113 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 209 tentang narkotika, serta lebih subsider pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Sedangkan terdakwa Huang Hing An hanya dikenakan pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Seperti sidang perkara sebelumnya, hakim juga menilai tidak ada hal yang meringankan masing-masing terdakwa karena terbukti membawa atau menyelundupkan masuk narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 1,3 ton ke wilayah Indonesia dengan melawan hukum.

Baca: Chen Sujud di Hadapan Hakim, Pengunjung Kaget Lihat Aksi Terdakwa Sabu 1,6 Ton saat di Sidang

Majelis hakim juga berpendapat perbuatan keempat terdakdwa mengakibatkan nama negara Indonesia menjadi buruk citranya di dunia internasional.

"Seolah-olah Indonesia jadi lahan empuk peredaran narkotika. Selain itu keempat terdakwa juga tak mengakui perbuatannya menyelundupkan atau membawa 1 ton lebih sabu-sabu masuk ke Indonesia, serta berbelit-belit dalam memberikan keterangan selama persidangan," ujar hakim ketua.

Menanggapi putusan pengadilan, Jaksa Penuntu Umum (JPU) Nursurya mengatakan, pihaknya akan berkonsultasi dengan Kejaksaan Agung. Mereka akan melakuka upaya banding atas vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam.

"Tapi kan kami koordinas dulu dengan pimpinan. Kami diberikan tujuh hari oleh mejelis hakim untuk menentukan sikap. Sikap ini kami koordinasi dengan pimpinan. Kalau kelak ia, pasti kami akan ajukan memori banding," ujarnya.(leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved