BATAM TERKINI

Menunggu Vonis Pengadilan, Chen Terdakwa 1,6 Ton Sabu Sujud di Hadapan Majelis Hakim

Mereka begitu tiba di kursi pengunjung, pria yang sudah tidak muda itu langsung ke kursi terdakwa dengan membawa secarik kertas berisikan tulisan. D

Menunggu Vonis Pengadilan, Chen Terdakwa 1,6 Ton Sabu Sujud di Hadapan Majelis Hakim
TRIBUNBATAM.id/FILEMON HALAWA
Seorang terdakwa kasus sabu 1,6 ton sedang bersimpuh di hadapan majelis hakim 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Dalam sidang sebelumnya, salah satu terdakwa penyeludupan 1,6 ton sabu Chen Meisheng sempat menyita perhatian pengunjung saat disidangkan di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (22/11/2018).

Mereka begitu tiba di kursi pengunjung, pria yang sudah tidak muda itu langsung ke kursi terdakwa dengan membawa secarik kertas berisikan tulisan. Dan berkali-kali sujud di hadapan ketiga majelis hakim.

Aksi pria asal Lianjiang, Fuzhou, China sempat membuat riuh suasana sidang yang semula hening. Ketua Majelis Hakim Muhammad Chandra, didampingi dua anggota Majelis Yona Lamerosa Ketaren dan Redite Ika Septina sempat kaget melihat aksi terdakwa Chen Meisheng. “Ini apa-apaan ini?,” cetus Chandra.

Baca: Pukul 18.58 WIB Sidang Putusan Empat Terdakwa Penyeludupan 1,6 Ton Sabu Mulai Digelar

Meski Hakim Chandra mengeluarkan sepatah kata itu, lantaran tidak mengerti bahasa Indonesia, Chen Meisheng tetap sujud-sujud di hadapan hakim.

“Sudah-sudah, pengawal silakan amankan ini. Ini bukan tempat apa ya (tempat dan waktunya minta maaf). Kan ada agendanya. Sekarang kan agendanya bukan. Sudah-sudah, saya minta jangan buat itu (sujud-sujud),” kata Chandra.

Usai diperintahkan oleh Hakim Chandra, pengawal para terdakwa dari Kejaksaan Negeri Batam dan juga penerjemah bahasa Stiven Kusuma meminta Chen Meisheng tidak lagi lakukan sujud.

Sementara beberapa terdakwa lainnya yang duduk di kursi pengunjung dengan pengawalan ketat, hanya melihat aksi Chen Meisheng sujud di depan hakim. Atas kejadian itu, beberapa pengunjung sidang mengira, aksi dan secarik kertas Chen Meisheng adalah jimad.

“Waduh, jangan jimad itu. Agar hakim tidak menjatuhkan vonis mati,” kata pengunjung sidang.

Baca: Hingga Pukul 18.00 WIB, Sidang Putusan Terdakwa Penyeludupan 1,6 Ton Sabu Belum Digelar

Asumsi pengunjung sidang dijawab oleh Stiven Kusuma. Menurut Stiven bukan jimad. Yang ada di dalam kertas bertuliskan bahasa China itu, merupakan pembelaan mereka yang ditulis tangan, adalah kronologis.

Versi terdakwa yang disampaikan kepada penerjemah ini, mereka hanya lah korban dengan upah yang didapat bila barang haram itu sampai ke Batam.

Halaman
12
Penulis: Leo Halawa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved