BATAM TERKINI

Pukul 18.58 WIB Sidang Putusan Empat Terdakwa Penyeludupan 1,6 Ton Sabu Mulai Digelar

Tepat pukul 18.458 WIB, Kamis (29/11/2018) sidang putusan terhadap terdakwa penyeludupan 1,6 ton sabu mulai di gelar di Pengadilan Negeri Batam

Pukul 18.58 WIB Sidang Putusan Empat Terdakwa Penyeludupan 1,6 Ton Sabu Mulai Digelar
TRIBUNBATAM.id/FILEMON HALAWA
Empat terdakwa penyeludupan 1,6 sabu masing-masing Chen Hui, Chen Yi, Chen Meisheng, Dan Yao Yin Fa saat mengikuti sidang putusan di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (29/11/2018) malam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tepat pukul 18.458 WIB, Kamis (29/11/2018) sidang putusan terhadap terdakwa penyeludupan 1,6 ton sabu mulai di gelar di Pengadilan Negeri Batam.

Sidang itu sendiri dipimpin Muhammad Chandra didampingi dua anggota Mejelis Hakim Redite Ika Septina dan Yona Lamerosaa Ketaren. Sementara Jaksa Rumondang Manurung dan Samsul Sitinjak bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Baca: Hingga Pukul 18.00 WIB, Sidang Putusan Terdakwa Penyeludupan 1,6 Ton Sabu Belum Digelar

Empat terdakwa merupakan WNA asal China masing-masing Chen Hui, Chen Yi, Chen Meisheng, Dan Yao Yin Fa pemasok sabu 1,6 ton yang ditangkap tim gabungan dari Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri dan Bea dan Cukai Batam pada Februari 2018.

Baca: BC Kepri Tangkap Kapal Tanker Bawa Limbah. Menkeu Sri Mulyani Pimpin Langsung Preskon di Kepri

Dalam sidang sebelumnya, empat tedakawa ini dituntut JPU dengan hukuman mati. Kempat terdakwa dikenakan, primer pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Baca: Chen Sujud di Hadapan Hakim, Pengunjung Kaget Lihat Aksi Terdakwa Sabu 1,6 Ton saat di Sidang

Subsider pasal 113 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 209 tentang narkotika, serta dakwaan lebih subsider pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

"Perbuatan keempat terdakdwa mengakibatkan nama negara Indonesia menjadi buruk citranya di dunia internasional. Seolah-olah Indonesia jadi lahan empuk peredaran narkotika. Selama persidangan, keempat terdakwa juga tak mengakui perbuatannya menyelundupkan atau membawa 1 ton lebih sabu-sabu masuk ke Indonesia, serta keterangannya berbelit-belit menyusahkan majelis hakim," JPU saat itu. (*)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved