Setelah Pro-Kontra Perang Narkoba, Presiden Duterte Akan Bentuk Pasukan Pembunuh Komunis

Setelah hukum jalanan untuk memerangi bandar narkoba, kini akan membentuk pasukan khusus untuk memerangi pemberontak komunis di negara itu

Setelah Pro-Kontra Perang Narkoba, Presiden Duterte Akan Bentuk Pasukan Pembunuh Komunis
SOUTH CHINA MORNING POST
Presiden Filipina Rodrigo Duterte mencoba senapan serbu bantuan dari pemerintah China 

TRIBUNBATAM.id, MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali menuai kontroversi. Setelah hukum jalanan untuk memerangi bandar narkoba, kini ia mengatakan akan membentuk pasukan khusus untuk memerangi pemberontak komunis di negara itu.

Pernyataan Duterte yang mengatakan akan mengirim "regu kematian" untuk menyerang Tentara Rakyat Baru (NPA) menuai kecaman.

Para senator hampir seluruhnya menentang rencana itu karena tindakan itu melanggar hukum, bahkan tergolong kriminal, demikian dilansir TRIBUNBATAM.id dari Philippine Inquirer.

Mereka mengatakan bahwa rencana itu bisa memicu pembunuhan massal yang mirip dengan perang berdarahnya terhadap narkoba yang semakin tidak terkendali.

Rezim Duterte saat ini memang tersudut dan menimbulkan kemarahan nasional dalam kasus tewasnya seorang pelajar berusia 17 tahun, Kian Delos Santos, tahun lalu.

Polisi mengatakan bahwa Kian tewas dalam tembak-menembak bandar narkoba dengan kepolisian.

Keluarga tidak terima dan mengajukan gugatan hukum terhadap polisi.

Sebuah rekaman CCTV mengejutkan tiba-tiba muncul di persidangan, Kian tidak tewas dalam tembak-menembak seperti klaim polisi.

Remaja itu diseret oleh tiga orang polisi berpakaian sipil dan kemudian dieksekusi di dekat lapangan basket di dekat Caloocan.

Berkat CCTV tersebut, ketiga polisi tersebut akhirnya dinyatakan bersalah oleh hakim, Kamis (29/11/2018).

Halaman
123
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved