BATAM TERKINI

880 Napi Kasus Narkotika Belum Dipindah ke Lapas Narkoba di Pinang Karena Masih Survei Keamanan

Ratusan narapidana yang terjerat kasus narkoba saat ini masih berada di Lapas Kelas IIA Barelang, Batam.

880 Napi Kasus Narkotika Belum Dipindah ke Lapas Narkoba  di Pinang Karena Masih Survei Keamanan
TRIBUNBATAM.id/IAN PERTANIAN
Kalapas kelas IIA Barelang Surianto 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ratusan narapidana yang terjerat kasus narkoba saat ini masih berada di Lapas Kelas IIA Barelang, Batam.

Kepala Lapas Kelas IIA Barelang, Surianto menjelaskan belum ada pemindahan ke Lapas Khusus Narkotika di daerah Tanjung Pinang, dikarenakan ada beberapa alasan.

"Masih ada 880 napi dengan kasus narkotika di sini, pertama karena di lapas sana juga sudah over kapasitas. Idealnyakan harus di lapas narkotika semuanya. Toh saya juga ikut senang kalau beberapa dipindahkan ke sana, karena berkurang juga tanggung saya di sini," ujarnya, Jumat (30/11/2018).

Surianto melanjutkan, bahwa penjagaan dilapas narkotika Tanjung Pinang saat ini belum maksimal.

"Analisa keamaanan juga hal utama, sebelum kami pindahkan, akan ada analisis keamanannya. Jadi misalnya, di sana kalau ada musuhnya atau rivalnya, ini tidak jadi kita pindahkan ke sana, kenapa? Pasti akan timbul kekacauan kan?," paparnya.

Baca: Ngaku Pernah Dihajar Preman, Brimob Gadungan Ini Diamankan saat Berbincang dengan Bhabinkambtimas

Baca: Bongkar Borok Mafia Sepak Bola, Mantan Runner Pengaturan Skor, Bambang Suryo Banjir Ancaman

Baca: Diduga Stres dan Depresi Karena di PHK, Suami Tikam Istri Hingga Tewas

Surianto juga memaparkan bahwa pemindahan tahanan khusus narkotika ini ikut terkendala biaya, karena pemindahan ini juga berbasis anggaran tidak asal dipindahkan. Sedangkan anggaran untuk pemindahan tahun ini belum turun.

"Kalau tidak ada anggaran dan kita lakukan pemindahan, ujung-ujungnya nanti kita yang akan dipertanyakan. Dari mana anggarannya? Sedangkan total biaya pemindahan 1 orang napi itu dihitung dari transport laut dan juga daratnya ke Tanjung Pinang. Ada di angka 70rb-100rb untuk setiap napi kalau ikutin SBU," jelasnya

Lanjut Surianto, hal ini sejenis analisa intelejen. Karena di dunia narkoba ini sendiri terdapat sistim piutang juga di antara para sindikat tersebut.

"Saya sudah mau mengajukan rancangan ke wilayah sekitar 50 orang malah. Namun di wilayahkan masih belum mengasih aba-aba. Dan kita di sini juga khawatir, di sinakan juga over capacity, sama seperti kita di sini, bedanya kita di sini lebih maksimum sekuriti," tutupnya.(*)

Penulis: Dewangga Rudi Serpara
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved