BATAM TERKINI

FAKTA BARU Kasus Human Trafficking di Batam, Ayah Korban Dipaksa Tandatangan Surat Tanpa Tahu Isinya

Rusna dilaporkan oleh KKP-PMP Kepri Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus dan beberapa aktifis terkait kasus human trafficking.

FAKTA BARU Kasus Human Trafficking di Batam, Ayah Korban Dipaksa Tandatangan Surat Tanpa Tahu Isinya
TRIBUNBATAM/LEO HALAWA
Rusna Terdakwa perdagangan orang saat digiring petugas usai mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Batam, Senin (13/11/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dalam sidang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan terdakwa bos PT Tugas Mulia Risna alias J Rusna, terkuak fakta baru.

Fakta baru tersebut adalah pengakuan Petrus Sonlay ayah korban MN (16) yang mengaku, pernah didatangi oleh Ellyas Langoday yang merupakan suruhan Rusna.

Hal itu disampaikan Petrus,  saat dimintai kesaksiannya, Selasa (27/11/2018) yang diketuai Ketua Majelis Hakim Marta Napitupulu, didampingi dua anggota hakim anggota yakni Reni Pitua Ambarita dan Egi Novita. 

"Pak Ellyas Langoday datang ke rumah kami di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia bersama dua orang temannya bawa surat. Saya dipaksa menandatangani surat itu.  Saya tidak tahu isinya," kata Petrus.

Ditambahkan Petrus,  sebelumnya ia bertahan untuk tidak tanda tangan surat.  Hanya saja, Ellyas Langoday dikatakan Petrus memaksa dirinya. 

Baca: 4 WNA China Diamankan Petugas Imigrasi Saat Bekerja di Pabrik Sol Sepatu, Tak Bisa Bahasa Indonesia

Baca: JANGAN SALAH! Ini Dia Jadwal Keberangkatan KM Kelud Selama Desember 2018 Berikut Harga Tiketnya!

Baca: BARELANG MARATHON 2018 - 50 Personel TNI AL Ikut Semarakkan BP Batam Barelang Marathon 2018

Baca: Ahok Segera Bebas dari Penjara, Benarkah Ahok Show Bakal Tayang di TV? Ini Komentar Ernest Prakarsa

Baca: Obat Selalu Kosong, Keluarga Pasien RSUD Embung Fatimah Pertanyakan Kebijakan Beli Obat Diluar

Selain itu, uang dijanjikan Rp 22 juta sebagai perdamaian. Namun uang itu pun sampai saat ini belum ia tahu.

Ellyas Langoday datang ke rumah Petrus di NTT setelah bergulir laporan di Mapolda Kepri.

Rusna dilaporkan oleh Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus dan beberapa aktivis yang tergabung.

"Jadi Pak Ellyas Langoday mengupayakan agar saya cabut laporan.  Mengupayakan agar damai. Saya terpaksa tanda tangan karena saya mendapat intimidasi," ujar Petrus.

Petrus berkata dalam kesaksiannya itu,  tak bisa berkata-kata.  Terpaksa ia tanda tangan meski pun ia tak baca utuh isi surat.

Halaman
12
Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved