BINTAN TERKINI

Kouta Berkurang, Pasokan Solar Lambat Diantar, Ini Penyebab Antrean Mengular di SPBU Bintan

Antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU masih melanda Bintan. Antrean di SPBU Km 16 kembali terlihat mengular di ruas jalan Tanjungpinang

Kouta Berkurang, Pasokan Solar Lambat Diantar, Ini Penyebab Antrean Mengular di SPBU Bintan
TRIBUNBATAM.id/AMINUDDIN
Antrean panjang kendaraan di salah satu SPBU di Bintan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, Jumat (30/11/2018) 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN - Antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU masih melanda Bintan.

Pantauan TRIBUNBATAM.id, Jumat (30/11/2018) pagi, antrean di SPBU Km 16 kembali terlihat mengular di ruas jalan Tanjungpinang arah Bintan.

Kali ini, antrean tidak hanya truk, lori yang menunggu pengisian solar seperti sebelumnya, tapi juga antrean BBM premium oleh kendaraan roda dua. Petugas tampak sibuk melayani kendaraan pengisi solar yang antri berjam jam.

Baca: Antrean Solar Mengular Di Batu 6 Kota Tanjungpinang Kepri

Marto (45), sopir truk yang ikut antre di SPBU mengatakan, sebagai sopir, ia letih mengalami kondisi antrean belakangan ini.

Marto berharap, kondisi BBM solar kembali normal seperti sediakala.

"Harapan saya, kondisinya kembali seperti dulu, tidak sampai antrean panjang terus kayak begini, dulu enak sekali, mudah dapat solar," katanya.

Baca: Solar Langka di Bintan Mulai Meresahkan Masyarakat

Deni, Pengawas SPBU Km 16 mengatakan, pihaknya sangat memahami keluhan para pengantri. Namun kondisi demikian di luar kuasa mereka.

Menurutnya, fenomena antrean bio solar atau solar subsidi memang masih akan terjadi sebab kondisi distribusi solar dari Pertamina sudah berubah. Ditambah lagi, jadwal masuk mobil tangki Pertamina selalu telat.

"Pengirimannya agak telat, kemudian dicitir juga. Dicitir itu maksudnya dibatasi, dikurangi kuotanya. Dengan pengurangan kuota, kami sekarang cuma dapat jatah 8 KL," kata Deni.

Biasanya kami ada dikirim 20 atau 10 KL per hari. Tapi kami beruntung masih dikirim solar setiap hari sama Pertamina. Kalau SPBU di Kota (SPBU di Tanjungpinang) ada seminggu satu kali dikirimkan," ujar Deni.

Baca: Solar Langka, Nelayan Tetap Melaut

Karena di SPBU di Tanjungpinang mendapatkan pasokan solar seminggu sekali, maka sejumlah truk dan lori dari Tanjungpinang milih mengantre solar ke SPBU Km 16.

Pasalnya hanya SPBU 16 yang masih kebagian jatah solar setiap hari dari Pertamina. Sementara SPBU di Kota Tanjungpinang seminggu sekali.

Dalam kesempatan sama, Deni menjawab perihal fenomena pelangsir solar yang marak diberitakan terjadi di SPBU di Bintan dan Tanjungpinang belakangan ini.

Soal demikian, Deni mengatakan pihaknya tegas mengintruksikan kepada pekerja operator pengisian solar untuk tidak coba coba melayani hal hal demikian.

"Pokoknya saya bilang ke operator cukup layani pengisian solar sekali saja, 50 liter untuk roda empat sekali pengisian dan untuk roda enam, 60 liter per sekali pengisian. Jadi betul-betul kita batasi. Kalau dia ngisi berulang ulang, kita gak tahulah, pasti oknumlah itu,"kata Deny.(min)

Penulis: Aminnudin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved