Antrian Panjang Solar Sejak Pagi, Sopir Truk: Pening Kami Kalo Begini Terus

Senin (3/12/2018), antrian kembali terjadi. Bahkan antrian kali ini jauh lebih panjang dari biasanya.

Antrian Panjang Solar Sejak Pagi, Sopir Truk: Pening Kami Kalo Begini Terus
TRIBUNBATAM.id/Amin
Seorang sopir bus tengah menunggu antrian solar yang panjang di SPBU Km 16 Bintan, Senin (3/12/2018). 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN - Sejumlah sopir truk lori mengaku mengalami kerugian besar akibat  antrian panjang solar yang terjadi saat ini.

Senin (3/12/2018), antrian kembali terjadi. Bahkan antrian kali ini jauh lebih panjang dari biasanya.

Sayuti (36), sopir truk angkut material mengatakan, dalam seminggu hampir tiap hari harus ngantri panjang di SPBU. Hari ini (Senin) saja, ia harus antri sejak pukul 07.00 WIB. Hingga pukul 11.00 WIB, mobil trukya belum bergerak juga dari posisi.

"Pening kami, begini terus kita hadapi. Kami rugi waktu, banyak kerjaan ngantar material ditunda gara gara harus antri. Dari segi pendapatan juga kami rugi banyak,"kata Sayuti.

Bagi dia, fenomena antrian panjang di SPBU ini berpotensi membuat asap dapur di rumah kewalahan dipenuhi. Pasalnya, antrian solar selalu saja terjadi dan menghabiskan banyak waktu di jalan.

Berdasarkan pengamatan Tribun di lokasi, antrian di SPBU hingga pukul 11.50 panjangnya mencapai 300 meter.

"Kami minta pak Jokowi, tolonglah,"kata dia.

Tak hanya Sayuti, hal sama juga dialami Baidi, sopir truk lain. Bersama Sayuti, ia mengaku sudah antri sejak jam 7 pagi. Saat ia datang, sudah ada truk dan mobil lain yang antri. Sambil menunggu antrian bergerak, mereka duduk di emperen toko memperbincangkan nasib mereka sesama sopir.

Kasubbag Kebijakan Sumber Daya Alam Bagian Ekonomi Setkab Bintan Rika Agustina mengomentari mengenai keluhan sejumlah sopir yang antri berjam jam di SPBU. Rika menyatakan, pihaknya akan menelusuri lebih lanjut apa penyebab fenomena antrian solar subsidi saat ini. Ia juga akan berkoordinasi dengan pihak Pertamina.

"Masalah solar ini sedang kita bahas sama Pertamina apa faktor penyebab kelangkaan,"kata Rika.

Setahu dia memang ada kebijakan pengurangan kuota solar dari pemerintah pusat.

Namun Rika mengatakan, pihaknya tidak bisa langsung mengatakan bahwa penyebab kelangkaan solar yang mendera Bintan saat ini karena pengurangan kuota. Mungkin ada penyebab lain di luar itu.

"Nanti akan kita telusuri kembali apa kah karena pengurangan kuota ini sebagai pemicu utama,"kata dia.

Penulis: Aminnudin
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved