BATAM TERKINI

Rugikan Negara Ratusan Juta Rupiah, BPOM Amankan Puluhan Ribu Kosmetik di Kepri

Penertiban terpadu yang dilaksanakan BPOM Kepri pada akhir November, telah menemukan puluhan ribu kosmetik ilegal dan rugikan negara ratusan juta.

Rugikan Negara Ratusan Juta Rupiah, BPOM Amankan Puluhan Ribu Kosmetik di Kepri
TRIBUNBATAM.id/DEWANGGA RUDI SERPARA
BPOM Kepri menggelar razia di sejumlah tempat di Kepri dan menyita ribuan kosmetik ilegal 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - BPOM Kepri terus sinergikan langkah untuk menggerus peredaran kosmetik ilegal di Provinsi Kepri.

Selalu berkomitmen untuk melindungi masyarakat dari obat dan makanan yang berisiko terhadap kesehatan senantiasa diwujudkan oleh Badan POM RI beserta jajarannya di seluruh Indonesia.

Salah satu wujud dari komitmen tersebut adalah dengan dilaksanakannya aksi penertiban pasar dari kosmetik Ilegal dan atau mengandung bahan berbahaya.

Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irwan mengatakan, selama November 2018, BPOM Kepri melakukan penertiban secara terpadu dengan beberapa instansi lainnya.

Baca: BERITA PERSIB - Dipicu Soal Gaji, Kontak Mario Gomez di Persib Bandung Kemungkinan Tak Diperpanjang

Baca: TRIBUNWIKI - WASPADALAH! Ini 5 Bahaya Kebiasaan Menggunakan Tusuk Gigi Setelah Makan

Baca: Diduga Balap Liar dan Mabuk Miras, 15 Pemuda Diringkus Aparat Polsek Batam Kota saat Razia Malam

Baca: INFO CPNS 2018 - 95 Instansi Umumkan Hasil Tes SKD dan Nama Peserta SKB CPNS 2018. Cek Link Disini

"Tim terpadu dengan Kepolisian, Dinas Kesehatan dan Disperindag, BPOM Provinsi Kepri dan BPOM Kantor Perwakilan Kota Tanjungpinang melakukan penyisiran ke sarana distribusi kosmetika (pusat perbelanjaan, toko, counter) di wilayah Kota Batam, Kota Tanjungpinang dan Kab. Anambas," ujarnya kepada TRIBUNBATAM.id Senin (03/12/2018).

Penertiban terpadu yang dilaksanakan BPOM Kepri pada akhir November, telah menemukan puluhan ribu kosmetik ilegal. Dan total nilai kerugian mencapai ratusan juta.

"Aksi terpadu dilaksanakan mulai tanggal 27 November 2018 sampai dengan 29 November 2018 dengan total sarana diperiksa sebanyak 45 sarana distribusi kosmetik dengan hasil 12 sarana Memenuhi Ketentuan (MK) dan 33 sarana Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK). Jumlah total temuan kosmetika ilegal sebanyak 11.058 pcs dengan total nilai ekonomi sebesar Rp. 696.318.000,-. Terhadap temuan produk kosmetik ilegal dilakukan tindakan pemusnahan oleh pemilik dengan disaksikan petugas ataupun penyerahan kepada petugas untuk proses lebih lanjut," jelasnya.

Dengan diselenggarakannya penertiban rutin oleh BPOM Kepri, diharapkan dapat memutus rantai peredaran produk kosmetik ilegal di provinsi Kepulauan Riau.

"Aksi serentak ini diharapkan mampu memutus mata rantai peredaran produk kosmetik ilegal serta penelusuran sumber pengadaan kosmetik ilegal tersebut. Pelaku pelanggaran dapat dikenakan sanksi sesuai Undang - Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan pasal 197 yaitu pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 1,5 miliar rupiah," jelasnya. (drs)

Penulis: Dewangga Rudi Serpara
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved