ANAMBAS TERKINI

Anggaran Pendidikan Lumayan Besar, Nurman Sebut Masih Banyak Sekolah yang Rusak di Anambas

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Anambas tahun 2019 yang menembus angka Rp 1,213 triliun cukup dirasakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda da

Anggaran Pendidikan Lumayan Besar, Nurman Sebut Masih Banyak Sekolah yang Rusak di Anambas
TRIBUNBATAM.id/tyan
Pelajar di Kepulauan Anambas yang biasa menggunakan kapal pompong untuk bisa sampai ke sekolah 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Anambas tahun 2019 yang menembus angka Rp 1,213 triliun cukup dirasakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Anambas.

Mendapat 20 persen dari nilai APBD sesuai amanah Undang-Undang, secara kasar OPD teknis ini mendapat kucuran dana hingga Rp 245 miliar lebih.

Dana yang terbilang besar itu, diakui Nurman Kepala OPD tersebut bakal difokuskan untuk pembangunan fisik sejumlah sekolah termasuk peningkatan mutu.

Ditemui di gedung BPMS, menurutnya masih banyak sekolah yang rusak seperti sekolah yang menurutnya belum memiliki pagar, belum terdapat paving block, bahkan ruangan belajar yang perlu direnovasi.

Ia kemudian menjelaskan terdapat sedikitnya 66 Sekolah Dasar, 26 Sekolah Menengah Pertama, dan 10 Taman Anak Anak Negeri yang tersebar pada sejumlah titik di Anambas.

Baca: Terlibat Skandal Pengaturan Skor, Ini Hukuman Berat untuk Mantan Exco PSSI Hidayat

Baca: Tender Pengelolaan Waduk Tembesi, BP Batam Pastikan Umumkan Jadwal Pra Kualifikasi

Baca: Astaka MTQ Dijadikan Museum, Disbudpar Batam Kumpulkan Barang Bersejarah

"Komanya panjang dan saya kurang hafal. Yang jelas, total dana itu tidak hanya untuk pembangunan fisik saja. Sekitar 120 miliar dari total dana itu bakal digunaan untuk gaji dan sertifikasi," ujarnya Selasa (4/12/2018).

Ia menjelaskan kalau sejumlah sekolah dari berbagai tingkatan mulai dari TK/Paud, SD, dan SMP sederajat masih banyak yang memerlukan perhatian. Terlebih, paska musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi pada tiga pulau besar di Anambas.

Ia kemudian mencontohkan seperti SMPN 2 Siantan yang harus mengalami renovasi kelas, komputer, peralatan drum band hingga peralatan dan meja untuk guru yang harus mendapat perbaikan paska banjir yang terjadi pada tahun 2018 ini.

"Kemudian contoh lain Taman Anak-Anak di Desa Putik Kecamatan Palmatak yang hancur semua. Ini yang rencananya kami mau bangun lagi. Memang, fokus utamanya sekolah negeri terlebih dahulu," ungkapnya.

Baca: Tunda Bayar Terus Terjadi, Dewan Soroti Proyek Jalan Batam, Progres Tak Miliki Perencanaan

Baca: Rabu Besok, Gading-Gisel Akan Jalani Sidang Perdana Perceraian

Baca: Hati-hati Bunda, Anak Usia 3 Tahun Bisa Diserang Kanker Payudara, Balita Ini Buktinya

Ia mengatakan, kucuran dana untuk pendidikan sebesar 20 persen dari total APBD menurutnya baru tercapai pada APBD tahun 2019. Pada tahun 2018 ini saja, alokasi dana untuk pendidikan hanya 18,6 persen dari total APBD.

Ia juga menyebut kalau belum tentu daerah lain dapat menerapkan amanah Undang-Undang seperti yang dilakukan oleh Anambas pada tahun 2019 mendatang itu.

"Tahun-tahun sebelumnya tak sampai 20 persen.Tahun berjalan ini saja 18,6 persen. Daerah lain belum tentu. Mereka bukan tida taat, mungkin karena pembangunan untuk bidang pendidikan dirasa sudah cukup," ungkapnya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved