BATAM TERKINI

Astaka MTQ Dijadikan Museum, Disbudpar Batam Kumpulkan Barang Bersejarah

Rencana Pemerintah Kota Batam menjadikan eks Astaka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional di Batam sebagai museum, masih menunggu waktu.

Astaka MTQ Dijadikan Museum, Disbudpar Batam Kumpulkan Barang Bersejarah
TRIBUNBATAM.id/Argianto DA Nugroho
Astaka MTQ Nasional ke-25 di Dataran Engku Putri Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Rencana Pemerintah Kota Batam menjadikan eks Astaka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional di Batam sebagai museum, masih menunggu waktu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata mengatakan, saat ini mereka sedang mematangkan konsep, apa saja yang akan dihadirkan di eks astaka tersebut.

"Pemerintah Kota Batam memang akan menjadikan bangunan itu museum nantinya. Tapi untuk membuat museum, kita sangat berhati-hati," kata Ardi, sapaannya, Selasa (4/12/2018).

Sebab keberadaan museum tersebut, akan dijadikan sarana edukasi bagi masyarakat. Karena itu, mereka tak mau asal jadi saja.

"Rencananya ada tempat untuk gallery di sana. Temanya apa, masih kita cari. Bisa jadi terkait sejarah Batam dulu hingga saat ini," ujarnya.

Baca: Tunda Bayar Terus Terjadi, Dewan Soroti Proyek Jalan Batam, Progres Tak Miliki Perencanaan

Baca: Peduli Sesama, Karyawan BCA Bangun Ruang Belajar Ponpes Miftahul Huda dan Renovasi Masjid

Baca: Polisi China dan Singapore Bongkar Sindikat Prostitusi Asal China, 201 Orang Ditangkap

Ardi melanjutkan, saat ini, mereka masih dalam tahap pengumpulan dokumentasi maupun barang-barang bersejarah terkait Batam. Kebanyakan dokumentasi maupun barang-barang itu, masih dimiliki pihak keluarga.

"Yang kita siapkan lebih ke gallery dan materi di dalamnya. Kita coba segerakan jadi museum, tapi memang ini juga butuh anggaran dan perlu keahlian," kata Ardi.

Soal anggaran, selain mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam, Disbudpar juga akan melobi Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan untuk mendapat bantuan dana.

Sementara itu, saat ini bagian dalam bangunan eks astaka MTQ tingkat nasional tersebut, belum banyak difungsikan usai penyelenggaraan event akbar 2014 lalu.

Beberapa event seperti Seleksi Tilawah Quran (STQ) memang sempat digelar di sana. Namun tak banyak. Sedangkan bagian luar astaka, kerap dijadikan tempat latihan komunitas atau pelajar.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad berharap, museum ini nantinya bisa menjadi destinasi baru. Tidak hanya bagi masyarakat Batam tetapi masyarakat luar. Keberadaan museum ini diharapkan bisa memberi ruang singgah informasi sejarah.

"Kalau sudah jalan, nanti kita akan buat Unit Pelaksana Teknis yang khusus mengelola museum ini," kata Amsakar beberapa waktu lalu. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved