Gunakan Model Toples dan Punggung Bertato Denah Apartemen, Perusahaan Properti Ini Tutup

Para model toples digunakan perusahaan properti, Nanning, untuk memasarkan apartemen mereka di Kota Guangxi yang saat ini sedang booming di Guangxi

Gunakan Model Toples dan Punggung Bertato Denah Apartemen, Perusahaan Properti Ini Tutup
Shanghai Ist
Model untuk pemasaran properti yang bikin heboh China 

TRIBUNBATAM.id, GUANGXI - Banyak perusahaan di China semakin berani mengeksploitasi model-model cantik untuk memasarkan produknya.

Dalam berbagai iven expo, baik otomotif, real estate, hingga teknologi, para model berbusana minim kerap dihadirkan untuk menarik pengunjungi mendatangi stand atau tenan mereka.

Bahkan, kasus terbaru, sebuah perusahaan properti di Guangxi, berani menampilkan model toples untuk menarik pengunjung.

Para model toples tersebut digunakan perusahaan properti, Nanning, untuk memasarkan apartemen mereka di Kota Guangxi yang saat ini sedang booming dengan berbagai proyek properti.

Baca: Rabu Besok, Gading-Gisel Akan Jalani Sidang Perdana Perceraian

Baca: Polisi China dan Singapore Bongkar Sindikat Prostitusi Asal China, 201 Orang Ditangkap

Baca: Hati-hati Bunda, Anak Usia 3 Tahun Bisa Diserang Kanker Payudara, Balita Ini Buktinya

Para model cantik ini memang tidak sepenuhnya bugil, hanya menempelkan kain bermotif kupu-kupu atau bunga di bagian dada.

Namun gambar denah apartemen yang ditawarkan dilukis di punggung para model tersebut.

Di depan para pengunjung, mereka kemudian duduk di atas kursi sambil memutar-mutar tubuhnya, sehingga menjadi "santapan" para pengunjung.

Selama akhir pekan, foto dan video para model ini langsung bertebaran di media sosial China. 

Dilansir TribunBatam.id dari Shanghai Ist, netizen ramai mengecam cara Nanning yang dinilai terlalu mengksploitasi perempuan dalam memasarkan produk mereka, 

Menurut pengembang, taktik pemasaran telah terbukti cukup efektif karena properti bertajuk South Station City yang ditawarkan menjadi terkenal di pelosok China.

Namun, entah mengapa, pada Senin (3/12/2018), tiba-tiba kantor real estate Nanning tutup tanpa penjelasan.

Perusahaan itu tidak menyebutkan alasan kantor tersebut ditutup, namun banyak yang menduga bahwa polisi dan pihak berwenanag lainnya melakukan tindakan atas cara-cara pemasaran yang vulgar tersebut.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved