Gadis Malaysia Ini Lawan Pria yang Hendak Memperkosanya, Namun Tewas Dipukul

Seorang gadis berusia 14 tahun tewas melawan laki-laki yang hendak memperkosanya di Pulau Gaya, Semporna, Sabah, Malaysia.

majhapaper
ilustrasi pemerkosaan 

TRIBUNBATAM.id, KOTA KINABALU - Seorang gadis berusia 14 tahun melawan laki-laki yang hendak memperkosanya di Pulau Gaya, Semporna, Sabah, Malaysia.

Namun, remaja bernama Armalin Julmin ini akhirnya tewas akibat pendarahan di kepalanya.

Armalin yang diyakini orang asing ini dipukul oleh pelaku menggunakan benda keras.

Dilansir TribunBatam.id dari The Star Malaysia, kasus percobaan pemerkosaan ini terjadi pada Rabu (28/11/2018) sore, sekitar pukul 14.30 waktu setempat.

Anggota keluarga Armalin menemukan gadis itu dalam kondisi setengah sadar sekitar pukul 18.00 dan bergegas membawanya ke rumah sakit terdekat yang terletak di daratan Sabah, Pulau Kalimantan.

Armalin dirawat karena dua luka kepala berukuran 13cm dan 12cm.

Baca: Cinta RD Tak Terhalang Jeruji Besi, Ia Menikahi Kekasihnya di Mapolsek Batuampar

Baca: Boleh Coba Sebelum Membeli, Perusahaan Penjual Boneka Pemuas Nafsu Ditutup Polisi

Dokter yang merawat mengizinkan gadis itu kembali ke rumahnya di Pulau Pondohan Patir, namun akhirnya meninggal pada pukul 23.30 malam pada hari yang sama.

Kepala polisi Semporna Supt Peter Umbas mengatakan, Sabtu (1/12/2018) bahwa mereka telah menangkap seorang tersangka berusia 29 tahun. Pelaku dikethaui masih tetangga korban.

Supt Umbas mengatakan, polisi juga menahan ayah korban dan seorang bibi untuk investigasi kasus pembunuhan tersebut.

Uniknya, tersangka yang berusia 29 tahun itu datang ke kantor polisi Semporna pada Kamis keesokan harinya untuk membuat alibi atau dalih, bahwa ia dituduh melakukan perkosaan.

Tersangka mengklaim bahwa ia berada di rumahnya ketika beberapa tetangga datang, mencari bantuan untuk menemukan Armalin yang hilang.

Setelah pencarian satu jam, mereka menemukan Armalin terluka parah dekat pohon bambu, sekitar 100m dari rumahnya.

Rupanya, Armalin dalam kondisi luka parah sempat mengatakan bahwa ia dipukuli oleh tersangka yang hendak memprkosanya.

Polisi pun langsung melakukan penyelidikan dan menemukan parang dan kayu yang rusak di rumah tersangka.

Benda-benda tersebut diduga digunakan untuk menyerang korban.

"Kami mempertanyakan kerabat dan tersangka untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi," tambahnya saat dikonfirmasi The Star.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved