BATAM TERKINI

Sudah Sosialisasi Sampai Hinterland, Peredaran Kosmetik dan Obat Ilegal Masih Marak di Batam

Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irwan menjelaskan, pihaknya pernah melakukan kegiatan dan pembinaan tugas pokok dan fungsi BPOM hingga ke daerah hi

Sudah Sosialisasi Sampai Hinterland, Peredaran Kosmetik dan Obat Ilegal Masih Marak di Batam
TRIBUNBATAM.id/ENDRA KAPUTRA
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepri menggelar razia kosmetik ilegal di Avava Jodoh Batam, Selasa (4/12/2018) sekitar jam 13.00 WIB. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Maraknya kosmetik serta obat ilegal yang diamankan oleh BPOM Kepri belakangan ini, membuat Anggota Komis II DPRD Batam Hendra Asman, memberikan masukan kepada BPOM Kepri untuk melakukan sosialisasi.

"Saran saya BPOM lebih banyak turun ke daerah untuk melakukan sosialisasi pentingnya BPOM," ujar Hendra kepada TRIBUNBATAM.id Senin (05/12/2018).

Menyikapi hal tersebut, Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irwan menjelaskan, bahwa pihaknya pernah melakukan kegiatan dan pembinaan tugas pokok dan fungsi BPOM hingga ke daerah hinterland.

Baca: BPOM Kepri dan Tim Terpadu Gelar Razia Kosmetik Ilegal, Penjaga Kios Berhamburan

Baca: Gelar Razia di Jodoh, BPOM Kepri Amankan Puluhan Ribu Pcs Kosmetik Senilai Ratusan Juta Rupiah

Baca: BREAKINGNEWS. Polisi Bekuk Pelaku Curas. Congkel Rumah Kosong Pakai Linggis & Gasak Barang Berharga

Baca: Inilah Sosok Dibalik Suara Tawa Mak Lampir di Sinetron Misteri Gunung Merapi

Baca: 7 Fakta Sosok Sastrawan NH Dini, Miliki Anak Sutradara Terkenal hingga Cita-cita Jadi Masinis

"Kita pernah melakukan kegiatan pembinaan di wilayah Belakang Padang, Moro, Tanjung Batu, Penuba, Sedanau, Palmatak dan lainnya. Kegiatan sosialisasi rutin kami lakukan rutin satu bulan sekali, dan merata di 7 Kabupaten dan Kota," jelasnya, Rabu (5/12/2018).

Namun Yosef mengaku kegiatan pembinaan dan sosialisasi sebagian besar dilakukan di wilayah kabupaten dan kota di Kepulauan Riau.

"Namun sebagian besarnya kami lakukan di Ibu Kota dan Kabupaten Kota. Tetapi kalau pengawasan kita sampai ke daerah-daerah, perifer sekaligus memberikan edukasi bagi pelaku usaha," ujarnya.

Keterbatasan anggaran dan personil, yang menjadi persoalan pembinaan serta sosialisasi BPOM Kepri hingga menyeleluruh di wilayah di Kepulauan Riau.

"Memang belom seluruhnya mas, karena keterbatasan personil dan anggaran yang kami miliki. Namun kita upayakan optimal dan maksimal, oleh karenanya kami bermitra dengan Pemerintah Daerah (Dinas Kesehatan, Disperindag, dan lainnya) untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaku usaha terkait Obat dan Pangan yg aman," tutupnya. (drs)

Penulis: Dewangga Rudi Serpara
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved