BATAM TERKINI

VIDEO - Ditreskrimum Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 29 TKI Ilegal Tujuan Malaysia

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan TKI Ilegal tujuan Malaysia. Dari 29 korban ada satu masih remaja.

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan TKI Ilegal tujuan Malaysia.

Dari 29 korban terdapat satu anak yang masih di bawah umur yakni usianya 15 tahun.

Hal itu disampaikan saat ekpose yang digelar di Pendopo Polda Kepri.

Kabid Humas Kombes Pol S Erlangga mengatakan, pengungkapan ini terjadi Senin (3/12/2018) sekitar pukul 20.00 WIB.

"Lokasi di pantai Batu Besar Nongsa. Pengungkapan ini berawal dari masyarakat adanya penyelundupan TKI Ilegal. Menindaklanjuti informasi tersebut, anggota Ditreskrimum pun langsung menuju lokasi," ucapnya saat ekspos yang turut dihadiri Wadireskrimum AKBP Ari Darmanto, Kamis (6/12/2018).

Disampaikannya, polisi pun mengamankan 4 orang yang telah ditetapkan menjadi tersangka. Serta barang bukti yang turut diamankan.

Baca: Kerugian Negara Rp 3,1 Miliar. Selama 2018, BPOM Kepri Ungkap 10 Kasus Peredaran Obat Berbahaya

Baca: VIDEO - Mempelai Pria Ditahan Polisi, Dua Sejoli Ini Gelar Ijab Kabul di Mapolsek Batu Ampar

Baca: Kemendagri Bongkar Praktik Jual-Beli Blanko KTP Elektronik di Situs Jual Beli Ini, Pelaku Terlacak

Baca: VIDEO Kepanikan Warga saat Gempa 5.7 SR Guncang Mataram dan Lombok Selama 5 Detik, Kamis (6/12)

"Keempat tersangka berinisial Z Bin R Alias L sebagai penanggung jawab, RM alias I sebagai pemilik kapal pengangkut TKI ilegal, M bin D sebagai penampung dan pengantar, serta J sebagai orang yang mengarahkan para TKI ilegal saat menaiki kapal," ujarnya.

Untuk barang bukti yang diamankan, satu buku kuitansi pembelian minyak kapal, uang tunai Rp 10,2 juta, empat unit handphone, satu unit mobil Toyoya Avanza warna putih, satu unit mobil Mitsubishi Pajero warna hitam silver, lima buku paspor yang sudah diblack list, serta satu unit kapal pancung dengan dua mesin gantung merek yamaha 200 pk dan 115 pk.

Atas perbuatan keempat tersangka dijerat pasal 2, pasal 4, pasal 6 dan pasal 10 Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang, dan pasal 81 Jo pasal 83 Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Kepada 29 korban tersebut, Erlangga menyampaikan, sudah sebagian korban pulang kedaerah masing-masing dan ada yang masih dalam proses di BP3TKI.

"Dari 29 korban itu berasal dari Flores 15 Orang, Lombok 6 Orang, Makasar 4 Orang, Aceh 1 Orang, Bengkulu 1 Orang, Medan 1 Orang, dan Sumba 1 Orang," ucapnya. (dra)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved