Vonis Pelaku Pencabulan 3 Santri Dianggap Ringan, Jaksa Ajukan Banding

Pengadilan Negeri Tanjungpinang menuntut terdakwa M Sholeh yang telah mencabuli 3 santrinya itu dengan tuntutan ringan.

Vonis Pelaku Pencabulan 3 Santri Dianggap Ringan, Jaksa Ajukan Banding
TRIBUNBATAM.id/Wafa
Pengadilan Negeri Tanjungpinang menuntut terdakwa M Sholeh

TRIBUN.BATAM.Id.TANJUNGPINANG - Pengadilan Negeri Tanjungpinang menuntut terdakwa M Sholeh yang telah mencabuli 3 santrinya itu  dengan tuntutan ringan.

Hal itu disampaikan Indra Jaya selaku jaksa Penuntut Umum kasus tersebut.

Ia menyebutkan pihaknya terpaksa melakukan banding lantaran majelis hakim memutus hukuman yang jauh dari perkiraan tuntutan JPU.

"Ia kami sudah ajukan banding. Kita tuntut maksimal 20 tahun penjara, ini divonis 13,5 tahun saja. Jelas kami ajukan banding. Sudah seminggu setelah putusan kita ajukan banding ke Pengadilan Tinggi," kata Indra Jaya ketika dihubungi Tribunbatam Kamis (6/12/2018).

Sesuai Standar Operasional Proses (SOP) kejaksaan wajib mengajukan banding jika kurungan penjara kurang dari 2/3 tuntutan.

Oleh karena Kejari Bintan langsung dengan tegas mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi.

"Negara kita saat ini sangat konsen terhadap masalah kekerasan seksual anak dibawah umur. Itu menjadi konsen kita. Hingga negara juga mengeluarkan Perpu pengganti undang undang untuk anak," ujar Indra Jaya.

Sebelumnya M Soleh seorang guru ngaji di Bintan terbukti bersalah melakukan tindak asusila kepada 3 orang santrinya secara bergantian yang masih dibawah umur 15-16 tahun.

Bentuk kekerasan dengan melakukan hubungan seksual atau intim dengan memaksa korbanya.

Ia divonis 13,5 tahun penjara denda satu miliar subsider 4 bulan penjara belum lama ini oleh PN Tanjungpinang. Terpaut jauh dari tuntutan jaksa selama 20 tahun penjara. (wfa).

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved