TANJUNGPINANG TERKINI

Duel Sesama Narapidana Lapas, Suhandi Lesu Dicercar Pertanyaan Majelis Hakim

Kekerasan di dalam tahanan nampaknya masih saja terjadi. Di Lapas kelas IIA Tanjungpinang seorang korban kena tikam gunting di beberapa bagian tubuhny

Duel Sesama Narapidana Lapas, Suhandi Lesu Dicercar Pertanyaan Majelis Hakim
TRIBUNBATAM.id/WAHIB WAFA
Terdakwa Suhandi meninggalkan ruang sidang setelah mengikuti sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Jumat (7/12/2018) 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Kekerasan di dalam tahanan nampaknya masih saja terjadi. Di Lapas kelas IIA Tanjungpinang seorang korban kena tikam gunting di beberapa bagian tubuhnya hingga menyebabkan luka berat.

Hal itu terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang saat pembacaan dakwaan dengan terdakwa Suhandi.

Yang menarik dalam sidang tersebut yakni gaya seorang hakim yang terkenal galak, dan tegas dalam menyidangkan yakni hakim Eduard Sihaloho SH MH. Usai pembacaan dakwaan hakim langsung melemparkan sejumlah pertanyaan.

"Hey kau terdakwa kenapa kau pukuli orang. Kau nggak dihormati ya di Lapas. Atau nggak dapat jatah preman di dalam Lapas," kaya Eduart Sihaloho kepada terdakwa saat persidangan, Jumat (7/12/2018).

Terdakwa pun hanya tertunduk lesu.

"Tidak yang mulia. Karena masalah diluar," kata terdakwa menjawab.

Hakim beranggapan terdakwa ini 'sok jago' hingga berani berulah di dalam tahanan.

"Berarti kalian tambah jago kalian sekarang ya. Apa kau itu cemburu atau kenapa karena rebutan apa. Yang kau hajar itu orang mana," katanya.

Baca: CPNS 2018 - Amsakar Harap Peserta CPNS Bisa Penuhi Standar Kompetensi yang Dibutuhkan

Baca: Rindu Susana Damai, Yan Fitri Kukuhkan Perhimpunan Melayu Raya di Karimun

Baca: Viral! Polisi Gadungan Berwajah Ganteng Perdaya Banyak Wanita, Termasuk PNS dari Kepri

Lalu hakim menyampaikan kepada terdakwa bahwa apa yang dilakukan itu membuat masalah baru. Suhandi sendiri merupakan narapidana narkotika. Sementara korban satu sel-nya yakni bernama Yogi Prayoga.

"Yang saya hajar orang Pelembang juga. Karena ada masalah di luar saja pak," katanya lagi.

Dalam pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) oleh Yogi Nugraha Setiawan menjelaskan kronologi terjadinya penganiayaan di dalam lapas.

Pada hari Sabtu tanggal 20 Oktober 2018 sekira pukul 10.30 WIB terdakwa sedang berjalan bersama dengan saksi Dodi Irawan rekan terdakwa. Kemudian berpapasan jalan dengan saksi korban Yogi Prayoga di lapangan Volly Lapas Kelas IIA Tanjungpinang. Saat berpapasan tersebut terdakwa mengatakan kepada korban.

Saat itu terdakwa sempat dipukul oleh korban hingga akhirnya terdakwa tak terima. Sempat bertengkar dengan korban hingga akhirnya terdakwa berjalan menuju kamar selnya, karena tidak terima dengan perkataan terdakwa lalu saksi Yogi mengejar terdakwa dan memukulnya dengan menggunakan tali pinggang warna coklat dan mengenai punggung terdakwa.

Setelah itu terdakwa mengeluarkan sebuah gunting yang sudah dimodifikasi yang dibungkus dengan tisu dan diikat dengan karet dari dalam saku celana yang terdakwa kenakan. Lalu terdakwa menusuk Yogi kearah bahu sebelah kanan dengan menggunakan gunting tersebut.

Korban berusaha menghindar dengan berjalan mundur namun tersandung selokan taman kolam hingga terjatuh dan pada saat terjatuh terdakwa kembali menusuk Yogi berkali-kali yang mengenai punggung, lengan kiri, hasta tangan kiri, dan hasta tangan kanan yang mengakibatkan Yogi mengalami luka-luka robek. (wfa)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved