Kepala Desa ini Kembalikan Uang Negara Senilai Rp 136 Juta, Ini Alasannya

Kepala Desa mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 136 juta kepada Kejaksaan Negeri (Kajari) Bintan, Jumat (7/12/2018).

Kepala Desa ini Kembalikan Uang Negara Senilai Rp 136 Juta, Ini Alasannya
TRIBUNBATAM.id/Amin
Kepala Desa mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 136 juta kepada Kejaksaan Negeri (Kajari) Bintan, Jumat (7/12/2018). 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN - Kepala Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara,  mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 136 juta kepada Kejaksaan Negeri (Kajari) Bintan, Jumat (7/12/2018).

Pengembalian itu terkait kasus dugaan korupsi anggaran dana desa (ADD) Lancang Kuning.

Cholili yang hadir di Kejari tampak tidak banyak bicara dengan kegiatannya mengembalikan dana dugaan penyelewengan ADD tersebut.

Kepala Kejari Bintan Sigit Prabowo dalam sesi press riliss di aula Kejari mengatakan, duit kerugian negara yang dikembalikan berdasarkan nilai kerugian sementara yang diselidiki tim Investigasi selama tiga bulan. 

"Jadi kami sebelumnya telah membentuk tim penyelidik, di mana dari hasil penyelidikan kami selama kurang lebih tiga bulan, Juli, Agustus, September, kemudian ada perpanjangan, kami menemukan bahwa adanya dugaan pidana korupsi diduga dilakukan oleh aparat desa yang ada di Desa Lancang Kuning dalam hal ini kepala desa dan bendaharanya,"kata Sigit Prabowo.

Sigit mengatakan, dari investigasi mereka waktu itu, termasuk diperkuat sejumlah pernyataan dalam wawancara terhadap berduga di kantor Kejaksaan terhadap terduga, ditemukanlah nilai kerugian sementara Rp 136.233.756 tersebut.

Temuan itu kemudian dikoordinasikan dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP)dalam hal ini inspektorat Kabupaten dan BPKP yang selanjutnya melakukan investigasi tersendiri. Ternyata investigasi menemukan kerugian negara lebih dari nilai kerugian sementara yang disediliki Kejari.

"Selanjutnya APIP kemudian melakukan investigasi dengan melibatkan BPKP, apakah kerugian negara memang segitu adanya (Rp 136 Juta) ataukah bagaimana, hasilnya APIP dalam hal ini inspektorat menggandeng BPKP melakukan investigasi. Dari investigasi mereja ternyata ditemukan jumlah kerugian yang lebih dari Rp 136 juta. Ternyata  kerugian lebih Rp 158 juta,"kata Sigit. (Min)

Penulis: Aminnudin
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved