Tawuran yang Tewaskan Warga Tangerang Ini Ternyata Berawal dari Saling Ejek di Media Sosial

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan mengatakan, tawuran yang mengakibatkan tewasnya seorang warga Kota Tangerang bernama Alan Sutadi

Tawuran yang Tewaskan Warga Tangerang Ini Ternyata Berawal dari Saling Ejek di Media Sosial
KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA
Sebanyak sembilan tersangka pelaku tawuran di Jalan Bintaro Utama III, Tangerang Selatan (Tangsel), ditangkap aparat Kepolisian Tangsel, Selasa (2/12/2018) lalu. Tawuran yang melibatkan dua kelompok warga itu mengakibatkan seorang yang terlibat tawuran itu, Alan Sutadi (24), tewas. Tujuh dari sembilan tersangka masih di bawah umur. Foto diambil Jumat (7/12/2018). 

TRIBUNBATAM.id, TANGERANG - Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan mengatakan, tawuran yang mengakibatkan tewasnya seorang warga Kota Tangerang bernama Alan Sutadi (24) karena dua kelompok warga saling ejek di media sosial.

Ferdy mengatakan, kedua kelompok ini memiliki akun media sosial.

Kelompok yang menewaskan Alan mengatasnamakan diri sebagai perguruan katak beracun.

Baca: Rela Dimadu dan Bangga Suami Punya Banyak Istri, Begini Pengakuan Istri dari Thailand Ini

Baca: Berhasil Selamat Tapi Penuh Luka, Seorang Nelayan Diterkam Buaya Saat Menyelam

Baca: Korban Jambret di Tanjungpinang : Pak Polisi Tolong Tangkap Penjambret, Saya Takut

Baca: Kepala Desa ini Kembalikan Uang Negara Senilai Rp 136 Juta, Ini Alasannya

Kelompok lainnya menyebut diri mereka sebagai kelompok Ciledug Kota Tangerang.

Adapun Alan tergabung dalam kelompok Ciledug Kota Tangerang ini.

Menurut Ferdy, di media sosial, kedua kelompok itu saling ejek hingga janjian untuk tawuran di Jalan Bintaro Utama Sektor III, Tangerang Selatan, Minggu (2/12/2018) dini hari.

"Nah, mereka ada grup di medos, saling ejek dan memanas-manasi di medsos. Baru mereka janjian (tawuran)," ujar Ferdy di Mapolres Tangsel, Jumat (7/12/2018) Ferdy mengatakan, rata-rata anggota kedua kelompok itu masih di bawah umur.

Ada yang duduk di bangku SMK, bahkan ada yang masih duduk di kelas 2 SMP.

Para pelaku mengaku baru sekali tawuran.

Namun, ditemukan sejumlah senjata tajam yang terlihat sengaja dibuat dan dipesan.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved