TANJUNGPINANG TERKINI

Berkas Kasus Pelangsir Solar Subsidi Belum Dilimpahkan ke Jaksa, Polisi Tunggu Keterangan Ahli

Dua tersangka kasus penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi tangkapan Polsek Tanjungpinang Timur masih tahap penyidikan.

Berkas Kasus Pelangsir Solar Subsidi Belum Dilimpahkan ke Jaksa, Polisi Tunggu Keterangan Ahli
TRIBUNBATAM.id/WAHIB WAFA
Dua unit mobil pelangsir BBM subsidi jenis solar diamankan Polsek Tanjungpinang Timur 

TRIBUNBATAM.id,TANJUNGPINANG - Dua tersangka kasus penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi tangkapan Polsek Tanjungpinang Timur masih tahap penyidikan.

Polsek Tanjungpinang Timur masih terus melengkapi berkas penyidikan untuk dapat segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang.

Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur Ipda Ardian menjelaskan beberapa saksi berkas dan barang bukti tindak pidana Undang-undang Minyak dan gas (Migas) hampir mendekati lengkap untuk di limpahkan berkas pertama ke Kejari.

"Kalau semua itu sudah lengkap sebenarnya. Hanya saja keterangan ahli dari BP Migas (Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) Pusat masih menunggu. Sehingga belum kita kirimkan berkasnya ," kata Ipda Ardian dikonfirmasi TRIBUNBATAM.id Minggu (9/12/2018).

Baca: Pahami Pola Money Politik, Bawaslu Tanjungpinang Gelar Bimtek

Baca: Terkait Boat Nelayan Batam Ditabrak Marine Police Singapura, Dirpolair Tunggu Penjelasan Konjen

Baca: Tinggal Bawa Badan Saja, Pemerintah Bantu 10 Kapal untuk Nelayan Tangkap Tradisional Anambas

Menurutnya, sesuai arahan dari Polres Tanjungpinang yang juga menangani perkara pelanggaran Migas, diminta untuk melakukan perlengkapan berkas penyidikan dengan keterangan ahli dari BP Migas Pusat Jakarta.

"Ia kemarin Polres juga menangi kalau yang sama waktu kita nangkap bersama. Keterangan ahli dari BP migas Jakarta," tuturnya.

Hasil pengembangan atas dua laporan polisi yang ditangani Polsek Tanjungpinang Timur ini tidak mengarah ke pihak lain.

Ia menyebutkan memang dua pelangsir ini memiliki koperasi penjualan solar Subsidi yang dijual ke masyarakat di Bintan.

"Dia ini koperasi. Jatahnya hanya sedikit tapi yang membutuhkan banyak. Sehingga mereka melangsir mengumpulkan di luar kuota yang ditentukan untuk koperasi yang dijalankan. Dia jual solarnya ke masyarakat yang di Kijang," ungkapnya.

Jatah untuk koperasi penyedia solar ini hanya 2 ton perbulan. Namun kondisi permintaan yang tinggi memaksa para pelaku ini melangsir di beberapa tempat SPBU. Seperti di Kijang dan Batu 10 Tanjungpinang.

"Dia terkena pelanggaran pengangkutan dengan mengambil minyak subsidi dan dijualnya lagi cari keuntungan. Atau memanfaatkan minyak subsidi," katanya.

Sebelumnya Polsek Tanjungpinang Timur menangkap pelaku pelangsir solar subsidi di SPBU batu 10 Tanjungpinang. Barang bukti solar dan mobil Taft serta Panter yang telah dimodifikasi diamankan Polsek Tanjungpinang Timur.(wfa)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved