PEMILU 2019

Penyandang Disabilitas Kini Bisa Langsung Coblos Pada Pemilu, KPU Batam Siapkan Alat Bantu Khusus

KPU Kota Batam akan menyediakan alat bantu coblos bagi pemilih penyandang disabilitas yang ada diwilayahnya, salah satunya bagi penyandang tuna netral

Penyandang Disabilitas Kini Bisa Langsung Coblos Pada Pemilu, KPU Batam Siapkan Alat Bantu Khusus
TRIBUNBATAM.id/ALFANDI SIMAMORA
Komisioner KPU Batam, Divisi Teknis Zaki Setiawan 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam akan menyediakan alat bantu coblos bagi pemilih penyandang disabilitas yang ada diwilayahnya, salah satunya bagi penyandang tuna netra.

Alat bantu tersebut berupa bentuk alat membaca brailer yang nanti didekatkan ke kertas suara agar dapat terbaca oleh penyandang tuna netra tersebut.

"Nanti petugas kita yang menuntunnya, sudah kita laporkan juga ke pusat, nanti di setiap TPS akan diberikan satu alat untuk antisipasi," kata Komisioner KPU Batam Divisi Teknis, Zaki Setiawan, Minggu (9/12/2018).

Zaki menyebutkan, sesuai dengan penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP-2) di Kota Batam, terdapat kurang lebih sebanyak 40 pemilih yang merupakan tuna netra untuk data sementara di Kota Batam.

"Untuk data sementara pemilih tuna netra di Batam tercatat kurang lebih 40 orang sampai sejauh ini, dan pemilih kita inilah yang nantinya mengunakan alat bantu coblos tersebut," ungkap Zaki.

Baca: KPU Batam Kembali Lakukan Penghapusan Data Ganda Pada DPTHP-2

Baca: Orang dengan Gangguan Jiwa Punya Hak Suara saat Pemilu 2019, KPU Bintan Verifikasi Data

Baca: Masuknya Orang Gangguan Jiwa Pada Pemilu, KPU Anambas Koordinasi dengan Dinas Kesehatan

Baca: 5.846 Botol Tinta Sidik Jari Pemilu Tiba di Kantor KPU Batam dan Disimpan di Gudang Logistik Persero

Zaki menjelaskan,bahwa untuk bahan alat bantu coblos nanti berupa sejenis karton dengan tebal sekitar 190 gram bentuknya seperti kantong Map dengan dua sisi yang saling merekat di samping kiri dan bawah.

Selain itu, pada alat bantu bagi pemilih tunanetra nanti agak muncul embos atau brailer sekitar 0,5 mili meter dibagian nama dan nomor urut peserta pemilu.

"Contohya untuk calon pasangan calon Presiden dan DPD, nanti namanya dan nomor urutnya yang di embos atau di brailer," terang Zaki.

Zaki menambahkan, setiap TPS minimal ada satu alat bantu coblos tersebut disediakan apabila ada pemilih tunanetranya.

"Petugas juga siap membantu menuntun pemilih tunanetra dalam menggunakan alat coblos itu, agar posisi surat suara tidak terbalik," jelasnya. (als)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved