BATAM TERKINI

Tanyakan Vonis Mati Empat Warganya, Konjen China Datangai Kejaksaan Negeri Batam

Perwakilan Konjen China langsung mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Jumat (7/12/2018) siang. Perwakilan Konjen China itu masing-masing

Tanyakan Vonis Mati Empat Warganya, Konjen China Datangai Kejaksaan Negeri Batam
TRIBUNBATAM.id/ISTIMEWA
Dari kiri, Kasi Pidum Kejari Batam, Filpan F. D Laia saat menerima perwakilam Konjen China yang ingin mendapatkan informasi langsung terkait vonsi mati empat warganya yang terbukti menyeludupkan 1,6 ton sabu 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Vonis mati terhadap empat terdakwa Chen Hui (42), Chen Yi (32), Chen Meisheng (68) dan Yao Yin Fa (63) dalam perkara penyeludupan 1,6 ton sabu beberapa waktu lalu oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam, mendapat perhatian dari Konsulat Jenderal (Konjen) China.

Perwakilan Konjen China langsung mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Jumat (7/12/2018) siang. Perwakilan Konjen China itu masing-masing Sung Ang selalu Konjen, Wang Wenqing selaku Konsul dan Rika selaku translator disambut langsung oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Batam, Filpan F. D Laia.

Kedatangan mereka atas perintah langsung dari Pemerintah China setelah adanya putusan vonis dari Pengadilan Negeri Batam. Dalam pertemuan itu, perwakilan Konjen China mempertanyakan tuntutan mati dan vonis mati warga negaranya pada peradilan tingkat pertama Pengadialan Negeri Batam.

Baca: Hakim Vonis Mati Empat Terdakwa Penyeludupan 1,6 Ton Sabu, Chen Meisheng Berteriak Tidak Terima

Baca: Majelis Hakim Vonis Mati Tiga Terdakwa Penyeludupan 1,3 Sabu dan Huang Hing An Dihukum Seumur Hidup

Baca: Majelis Hakim Vonis Mati 7 Terdakwa, 1 Seumur Hidup. Sidang Maraton Kasus Penyelundupan 2,9 Ton Sabu

Kasi Pidum Kejari Batam Filpan F. D Laia sempat mempertanyakan kedatangan perwakilan Konjen China. Menurut Filpan selama lima bulan proses penanganan kasus penyeludupan 1,6 ton sabu sampai sidang putusan Pengadilan Negeri Batam, pihak Pemerintah China tidak pernah datang dan berkunjung ke Batam.

"Kami tanyakan, kenapa tidak ada yang datang ke sini (Batam red) selama lima bulan proses penanganan perkara. Padahal mereka bisa lihat langsung proses persidangan sehingga mengetahui fakta-fakta dalam sidang itu," kata Filpan F. D Laia.

"Kami sampaikan putusan mati, tidak ada hal yang meringankan dari empat terdakwa itu. Bahkan barang bukti jumlahnya sangat fantastis," ujaranya.

Filpan menyebutkan sebelumnya, perwakilian Koinjen China ingin mengetaghui kronologois perkara yang dihadapi empan warga negaranya. Pihaknya menjelaskan seluruh kronologis perkara hingga fakta persidangan yang ada.

"Setelah mendapat penjelasan tersebut Konjen China tersebut mengerti dan mengaku sepakat untuk memberantas narkoba dengan cara kerjasama informasi setuju dengan vonis mati tersebut," ujarnya.

kedatangan Konjen Cina menurut Filpan bukan untuk intervensi penegakan hukum di Indonesia, namun hanya untuk mendapat informasi lengkap terkait warganya yang berhadapan dengan hukum.

"Perwakilan Konjen China menyatakan menghormati putusan hakim. Dalam pertemuan itu saya juga menitip pesan kepada Pemerintah China agar segera menangkap DPO yang didapat dari hasil persidangan," ujarnya.

Baca: Gabriel, Wisatawan Asal Jerman Takjub Dengan Batam Internasional Culture Carnival

Baca: Cara Menanam Bawang Merah Tanpa Menggunakan Tanah, Cukup Pakai Wadah Telur

Baca: Trik Jemur Pakaian saat Musim Hujan, Dijamin Bersih dan Tak Bau Apek

Kepada Konjen Cina, Fipan menyampaikan perkara Chen Hui (42), Chen Yi (32), Chen Meisheng (68) dan Yao Yin Fa (63) belum memiliki kekuatan hukum tetap sehingga masih ada upaya hukum yang bisa dilakukan.

"Kami sampaikan bahwa para terdakwa bisa melakukan upaya hukum atas vonis mati dengan mengajukan banding. Proses hukum yang dilakukan kami serahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Cina, apakah ikut membantu atau tidak. Makanya, informasi yang didapat ini nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah Cina," kata Filpan.

Usai menadapatkan penjelasan dari Filpan, perwakilan Konjen China tersebut langsung menduju ke Rutan Batam untuk bertemu dengan para terdakwa. Mereka akan mendengar keterangan langsung dari para terdakwa untuk selanjutnya disampaikan kepada Pemerintah China.(bur)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved