BATAM TERKINI

Terkait Boat Nelayan Batam Ditabrak Marine Police Singapura, Dirpolair Tunggu Penjelasan Konjen

Kejadian soal Marine Police Singapura yang menabrak boat nelayan yang melewati perbatasan Indonesia dengan Singapura usai mengejar tepatnya di depan

Terkait Boat Nelayan Batam Ditabrak Marine Police Singapura, Dirpolair Tunggu Penjelasan Konjen
TRIBUNBATAM/ISTIMEWA
Dian Marzuki bin Muhammad nelayan Pulau Lengkang saat diselamatkan setelah ditabrak Marine Police Singapura 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kejadian soal Marine Police Singapura yang menabrak boat nelayan yang melewati perbatasan Indonesia dengan Singapura usai mengejar tepatnya di depan Pulau Sekijang atau yang dikenal dengan Pulau Dua, Rabu (31/10/2018) lalu belum menemui titik terang.

Kepada TRIBUNBATAM.id, Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta mengatakan sejauh ini masih menunggu balasan surat yang dilayangkan kepada Konsulat Singapura yang ada di Batam.

"Kita juga belum mendapatkan balasan atas surat yang sudah kita sampaikan sejauh ini, soalnya kan ini dua negara, jadi kita harus melalui konsulat dulu. Agar konsulat yang menindaklanjuti ke negara tersebut," katanya, Minggu (09/12/2018).

Disampaikannya, surat yang dilayangkan tersebut juga bertujuan untuk menindaklanuti kejadian yang juga harus menjadi perhatian bagi Marine Police Singapura.

"Kita juga meminta kepada mereka (Marine Police Singapura) kira-kira dapat membantu kepada nelayan kita yang menjadi korban itu," ucapnya.

Saat ditanyakan sejauh mana proses tindak lanjut atas kejadian tersebut. Benyamin pun tidak banyak berkomentar. Sebab masih harus menunggu tindak lanjut dari konsulat Jendral.

"Kita tunggu dulu dari konsulat Jendral bagaimana proses selanjutnya. Sebab saat ini domainnya tidak di kami yang menajwab itu. Bila ada perkembangan akan kami informasikan," ucapnya.

Baca: Tinggal Bawa Badan Saja, Pemerintah Bantu 10 Kapal untuk Nelayan Tangkap Tradisional Anambas

Baca: Kampung Bule Dipadati Pengunjung, Topomore Ajak Pengunjung Bernyanyi

Baca: Pakaian Suku Laut Ikut Semarakan Batam Internasional Culture Carnival, Bayi Pun Tampil Memukau

Diberitakan Sebelumnya, insiden yang dialami nelayan asal Pulau Lengkang, Batam Dian Marzuki (28) yang ditabrak kapal patroli Police Marine Guard Singapura di wilayah Out Port Limited (OPL), Rabu (31/10/2018), masih berbuntut panjang.

Selain aksi para nelayan dari pulau Lengkang yang menuntut pertanggungjawaban dari otoritas Singapura, jajaran Kepolisian Airud Polda Kepri akan mengajukan surat pemberitahuan kepada Konsulat Singapura yang ada di Batam atas kejadian tersebut.

Hingga Kamis (01/11/2018) malam lalu, belum ada titik temu dan penjelasan resmi dari pihak Singapura atas kejadian tersebut.

Baca: Gubernur Teken UMK Karimun 2019. Meski Menolak, FSPMI Minta Pemerintah Awasi Pemberlakuan UMK 2019

Baca: Persija Jakarta Juara Liga 1, Tampil di Liga Champions Asia atau AFC Cup, Ini Calon Lawannya

Baca: Tanyakan Vonis Mati Empat Warganya, Konjen China Datangai Kejaksaan Negeri Batam

AKP Ulil Rahim mengetakan pada saat kapal Marine Police Singapura mengejar, para nelayan lari menuju perairan internasional (OPL). Setelah masuk perairan internasioanal, boat korban berhenti karena merasa sudah aman.

"Pada saat boat korban berhenti kapal Marine Singapura menabrak bagian samping kiri kapal korban kemudian kapal korban tenggelam. Akan tetapi korban masih bisa manyelamatkan diri dan kemudian korban ditolong oleh nelayan," ujarnya.

Berdasarkan kejadian tersebut korban mengalami patah kaki kiri dan luka robek dibagian pinggang belakang. Kerugian material di perkirakan lebih kurang Rp 45 juta. (dra)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved