ANAMBAS TERKINI

Tinggal Bawa Badan Saja, Pemerintah Bantu 10 Kapal untuk Nelayan Tangkap Tradisional Anambas

Sepuluh unit kapal dengan bobot 3 Gross Ton lengkap dengan alat tangkap dan peralatan navigasi lainnya secara simbolis dilakukan di Desa Bayat Kecamat

Tinggal Bawa Badan Saja, Pemerintah Bantu 10 Kapal untuk Nelayan Tangkap Tradisional Anambas
tribunnews batam/Septyan Mulia Rohman
Kapal Mina Bahari bantuan dari Kementrian Kelautan Perikanan untuk kelompok nelayan di Anambas. Dinas Kelautan Perikanan Anambas mengusulkan bantuan kapal pengangkut ikan berukuran 30 GT kepada Pemerintah Pusat. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - ‎Bantuan kepada nelayan tangkap tradisional di Anambas kembali diberikan oleh Pemerintah Daerah.

Sepuluh unit kapal dengan bobot 3 Gross Ton lengkap dengan alat tangkap dan peralatan navigasi lainnya secara simbolis dilakukan di Desa Bayat Kecamatan Palmatak pada Sabtu (8/12/2018) kemarin.

Effi Sjuhaeri Kepala Dinas Perikanan, pertanian dan pangan Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan, bantuan yang diberikan ini diberikan kepada kelompok nelayan.

Hal ini menurutnya sesuai dengan petunju teknis penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 yang menjadi sumber pembuatan kapal lengkap dengan peralatannya ini.

"Secara simbolis dilakukan di Desa Bayat Kecamatan Palmatak. Memang tidak mengundang banyak pihak. Nelayan di desa itu juga menerima bantuan kapal lengkap dengan peralatannya itu. Mereka tidak perlu susah payah, tinggal membawa badan dan bawa pulang kapal itu untuk melaut," ujarnya, Minggu (9/12/2018).

Baca: Kampung Bule Dipadati Pengunjung, Topomore Ajak Pengunjung Bernyanyi

Baca: Pakaian Suku Laut Ikut Semarakan Batam Internasional Culture Carnival, Bayi Pun Tampil Memukau

Baca: Hasil & Klasemen Akhir Liga 1 2018 - Persija Juara, Mitra Kukar, Sriwijaya FC & PSMS Medan Degradasi

Ia menjelaskan, pemberian bantuan kepada nelayan di Desa Bayat dilakukan karena kelompok nelayan di desa itu sebelumnya belum mendapat bantuan. Program pemberian bantuan kepada nelayan tradisional di Anambas, menurutnya coba dilakukan pada setiap tahunnya.

Meskipun, diakuinya belum dapat mengakomodir secara menyeluruh individu nelayan tradisional yang ada di Anambas.

"Sesuai aturannya belum bisa diberikan kepada individu. Untuk program bantuan kapal ini, kami coba dorong untuk bisa diakomodir setiap tahunnya," ungkapnya.

Baca: Gubernur Teken UMK Karimun 2019. Meski Menolak, FSPMI Minta Pemerintah Awasi Pemberlakuan UMK 2019

Baca: Tanyakan Vonis Mati Empat Warganya, Konjen China Datangai Kejaksaan Negeri Batam

Baca: Gabriel, Wisatawan Asal Jerman Takjub Dengan Batam Internasional Culture Carnival

Ia pun kemudian berpesan kepada penerima bantuan itu untuk menjaga dan merawat bantuan yang diberikan. Ia juga berharap agar bantuan tersebut dapat membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat nelayan tradisional di Anambas.

"Harapan kami seperti itu. Sama seperti yang disampaikan Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati saat serah terima di Desa Bayat kemarin," ungkapnya.

‎Pola menangkap ikan oleh masyarakat nelayan di Anambas memang masih menggunakan cara tradisional. Selain menggunakan pancing ulur, beberapa dari mereka menangkap ikan dengan satu kapal maksimal berjumlah tiga orang untuk kapal ukuran 3 GT. Tidak jarang, mereka melaut hingga ke laut lepas dekat platform migas dan baru pulang beberapa hari setelah melaut.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved