BP Batam Dibubarkan

BP Batam Dibubarkan, Muhammad Musofa Singgung Masalah UWTO

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Muhammad Musofa mengapresiasi langkah Presiden Jokowi membubarkan BP Batam

BP Batam Dibubarkan,  Muhammad Musofa Singgung Masalah UWTO
INSTAGRAM/BP BATAM
Presiden Jokowi akan membubarkan BP BATAM dalam sidang terbatas di Jakarta, Rabu (12/12/2018) 

TRIBUNBATAM.id - Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Muhammad Musofa mengapresiasi langkah Presiden Jokowi membubarkan BP Batam.

Langkah Presiden Jokowi membubarkan BP Batam adalah untuk menghilangkan dualisme kepemimpinan.

Selanjutnya kewenangan BP Batam akan dialihkan ke Pemko Batam.

"Kalau ini (pembubaran BP Batam) kebijakan Pak Presiden, saya selaku wakil rakyat mengapresiasi. Langkah yang diambil Pak Presiden untuk memutuskan atau menghilangkan dualisme yang ada di Kota Batam. Jadi nanti central perekonomian dan perizinan berada di satu tangan pimpinan kepala daerah," ujar Musofa kepada Tribun, Rabu (12/12/2018).

Diakuinya kalau kebijakan ini terjadi DPRD Kota Batam lebih mudah melakukan kontrol terhadap permasalahan lahan dan perizinan yang selama ini masih sering menjadi perdebatan.

Dengan cara ini, Musofa yakin PAD Kota Batam menjadi lebih meningkat.

Baca: Sejarah Pasang Surut Pengelolaan Batam hingga Rencana Bubarkan BP Batam

Baca: BP Batam Dibubarkan, Ampuan Sebut Proses untuk Bubarkan Tidak Semudah Itu

Baca: Pernyataan Lengkap Darmin Nasution soal Pembubaran BP Batam

"Karena seumpama pelabuhan dan bandara yang selama ini ditarik ke pusat akan menjadi hak pendapatan daerah. Dengan konsensi pengelolaan bandara akan menjadi perhatian tersendiri. Sumber perkembangan ekonomi akan menjadi satu titik," tuturnya.

Ia melanjutkan terutama untuk perkembangan Rempang Galang akan dilirik oleh investor. Pasalnya selama ini mau dikembangkan dan dikelola masih berstatus quo..

"Secara otonomi daerah Rempang Galang merupakan pengembangan otoritas dari Pemko Batam. Akhirnya dua kesimpulan ini dijadikan berstatus quo," sesalnya.

Bukan hanya itu, persoalan lahan juga masih simpang siur.

Halaman
12
Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved