Natal 2018

Natal Bersama SMP Immanuel Batam Penuh Sukacita, Hadirkan Finalis Voice Kids Michelle Tan

Finalis The Voice Kids, Michelle Tan, tampil menghibur acara Natal bersama SMP Immanuel Batam di Gereja GPIB Immanuel Batam, Senin (10/12/2018)

Natal Bersama SMP Immanuel Batam Penuh Sukacita, Hadirkan Finalis Voice Kids Michelle Tan
dok SMP Immanuel Batam
Kepala sekolah SMP Immanuel Potersely Boruthnaban menyalakan lilin pada acara Natal Bersama SMP Immanuel Batam di Gereja GPIB Immanuel Batam, Senin (10/12/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Finalis The Voice Kids, Michelle Tan, tampil menghibur acara Natal bersama yang digelar SMP Immanuel Batam di Gereja GPIB Immanuel Batam, Senin (10/12/2018) sekitar 10.00 WIB.

Natal bersama SMP Immanuel Batam ini berlangsung hikmad dan penuh sukacita.

Berbagai acara ikut memeriahkan acara ini, seperti pertunjukan drama dan berbagai atraksi seni lainnya yang dibawakan oleh siswa SMP Immanuel Batam.

Kegiatan Natal bersama ini juga dihadiri Yayasan Yapendik GPIB Cabang Immanuel Batam, dr. Femmy Bawole PHM (Pengurus Harian Majelis) jemaat Immanuel Batam, orangtua siswa, kepala sekolah, TK, SD, SMA dan seluruh siswa SMP sekolah Kristen Immanuel Batam.

Misa Natal dipimpin oleh pendeta Boydo Rajiv Hutagalung,dengan firman yang diambil dari kitab 2 Korintus 5:18-19.

Natal dengan tema “Membantu Spiritualitas Damai Yang Menciptakan Perdamaian (Yohanes 3:13-18)” serta sub-tema “Dengan Damai Natal Kita Tingkatkan Kualitas dan Potensi Diri Dalam Keagamaan”.

Kepala Sekolah SMP Immanuel Potersely Boruthnaban,S.Pak. berpesan kepada seluruh siswa dan masyarakat luas yang ada di kota Batam terkait tema Natal bersama tersebut.

“Tema Natal yang kami buat ini adalah terpacu dari tema yang ada di Gereja GPIB Immanuel karena sesuai dengan peraturan apabila ada kegiatan yang bersifat rohani kita harus terpacu dengan peraturan gereja," katanya.

"Sedangkan sub tema, dengan damai Natal kita tingkatkan kualitas dan potensi diri dalam keagamaan, karena kita di sekolah ini banyak sekali, bukan berasal dari satu suku, bukan berasal dari satu agama."

“Jadi kita berasal dari beranekaragam suku dan agama, sehingga kita merumuskan tema kali ini dipandang, kemudian dilihat dan dipahami bahwa keragamaan ini muncul satu penonjolan iman bahwa kita berasal dari beragam tadi tapi kita tetap satu,” ujar Potersely.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved