Catet, Begini Cara Pakai Gigi Rendah di Transmisi Otomatis yang Benar

Pada tuas transmisi otomatis, umumnya terdapat mekanisme perpindahan ke yang lebih rendah seperti 2 dan 1 atau L (Low).

Catet, Begini Cara Pakai Gigi Rendah di Transmisi Otomatis yang Benar
Salim/GridOto
Transmisi matik 

TRIBUNBATAM.id - Pada tuas transmisi otomatis, umumnya terdapat mekanisme perpindahan ke yang lebih rendah seperti 2 dan 1 atau L (Low).

Fungsinya untuk menjaga transmisi pada rasio gigi yang rendah untuk mobil melaju di kontur jalan yang ekstrim atau jalan menanjak.

"Sering ditemui pemilik mobil memindahkan transmisi ke gigi yang rendah dalam kecepatan tinggi, tentu bisa merusak komponen girboks di dalamnya," buka Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel spesialis Worner Matic Bintaro, Tangerang Selatan kepada GridOto.com (5/12).

Untuk penggunaan transmisi gigi rendah yang benar, berikut tipsnya.

Misalkan ketika Anda ingin melewati tanjakkan dan ingin menggunakan transmisi gigi rendah, lambatkan laju mobil terlebih dahulu.

Baca: Pengakuan Jorge Lorenzo yang Ingin Balapan MotoGP Sampai Usia 40

Baca: Cara Mengetahui Pesan WhatsApp Terkirim yang Dihapus Teman, Mudah Banget

Baca: John Mayer akan Gelar Konser di Indonesia, Begini Detailnya

Ilustrasi penggunaan transmisi otomatis
Ilustrasi penggunaan transmisi otomatis ()

Jika ingin memasukkan transmisi ke 2, pastikan kecepatan mobil berada di sekitar 20-40 km/jam.

Kemudian Anda bisa jalankan mobil Anda untuk melewati tanjakan dengan transmisi di posisi 2.

Kalau transmisi yang dipakai adalah 1 atau L, kecepatan mobil harus rendah di sekitar 10-20 km/jam.

"Lain halnya ketika dari jauh sudah ambil ancang-ancang lalu menanjak dengan kecepatan tinggi, transmisi tetap di D saja atau gunakan D3 atau overdrive," tegas Hermas.

Jika pada saat menanjak dirasa tidak bisa dengan transmisi D atau D3, barulah Anda bisa gunakan transmisi gigi rendah dengan ketentuan yang sudah dijelaskan di atas.

Bila Anda memindahkan transmisi ke gigi yang rendah dalam kecepatan tinggi akan menimbulkan gejala overspeed.

"Yang terjadi adalah komponen clutch di dalam girboks bekerja lebih keras, bahkan bergesek berlebihan dan lama kelamaan bisa rusak," jelas Hermas.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved