BATAM TERKINI

Founder Cinderella from Indonesia Centre Latih Warga Imigran Buat Batik Girl, Ini Kata Noor Lizah

Meningkatkan kemampuan Imigran berbagai negara di Batam, Yayasan Cinderella from Indonesia Centre bersama lembaga PBB International Organization for M

Founder Cinderella from Indonesia Centre Latih Warga Imigran Buat Batik Girl, Ini Kata Noor Lizah
TRIBUNBATAM.id/ISTIMEWA
Founder Cinderella from Indonesia Centre, Lusia Efriani dan istri Gubernur Kepri, Noor Lizah Nurdin bersama anak-anak imigran dalam pelatihan Batik Girl, Kamis (13/12/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Meningkatkan kemampuan Imigran berbagai negara di Batam, Yayasan Cinderella from Indonesia Centre bersama lembaga PBB International Organization for Migration mengadakan pelatihan Batik Girl, Kamis (13/12/2018).

Dalam pelatihan yang digelar di Hotel Kolekta, dibuka oleh istri dari Gubernur Kepri, Noor Lizah Nurdin. Founder Cinderella from Indonesia Centre, Lusia Efriani memaparkan, bahwa kegiatan pelatihan batik girl berlangsung selama dua hari dan dibagi menjadi dua sesi.

"Jadi kegiatan kita, berlangsung selama dua hari, sejak hari ini Kamis (13/12/2018) hingga besok. Dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama pelatihan mental dan psikologi dan sesi kedua itu pembuatan dress dan merajut boneka," tuturnya.

Pelatihan Batik Girl diikuti oleh puluhan warga imigran yang berada di kota Batam dari berbagai negara.

"Ada 50 wanita imigran (refugees) dan 100 anaknya. Hasil dari pelatihan boneka ini nantinya akan didistribusikan kepada seluruh wilayah yang berada di asia tenggara (asean), katanya.

Baca: DIPA Capai Rp 15,5 Triliun, Alokasi Dana Desa di Kepri Tahun 2019 Ikut Alami Peningkatan

Baca: Reaksi Deputi BP Batam soal Dilebur ke Pemko, Bambang: Saya Siap Kembali ke Kepolisian

Baca: Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Kumpulkan Seluruh Deputi. Ini yang Dibahas

Baca: BWF World Tour Finals 2018 - Kevin/Marcus Kalah dari Pasangan China

Sementara itu, Istri dari Gubernur Kepri, Noor Lizah Nurdin sangat menyambut positif kegiatan pelatihan pembuatan boneka yang dilakukan para imigran.

"Sangat bagus sekali, tujuannya supaya jangan buang-buang waktu dan tak buat apa-apa. Jadi kita rangkul semua imigran untuk membuat pelatihan, ada juga peserta disabilitas dan pengidap kanker yang kita beri pelatihan," ujarnya.

Noor Lizah melihat kemampuan anak-anak imigran yang berada di kota Batam, sangatlah inovatif dan beragam. Sayang rasanya jika tidak dipergunakan dengan baik.

"Anak-anak di sini cukup hebat, mereka ini harusnya sekolah. Mereka itu pintar-pintar namun karena keterbatasan aturan jadi mereka kita kurang memperhatikannya," katanya.

Salah satu warga Afrika, Mbua mengatakan, merasa cukup senang dengan adanya kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh yayasan cinderella.

"Of Course, i've feel happy," ujarnya secara singkat saat ditanya TRIBUNBATAM.id.

Mbua mengaku membawa keempat anaknya datang kepelatihan, untuk mendapatkan ilmu membuat boneka pada umumnya.

"I come here with four children, there so happy to. They can make the doll by own self," lanjutnya menjelaskan.(drs)

Penulis: Dewangga Rudi Serpara
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved