Korupsi Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, Basaria Pandjaitan: Dana Sekolah Dipotong

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Basaria Pandjaitan menyebut kasus korupsi yang melibatkan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar

Korupsi Bupati Cianjur  Irvan Rivano Muchtar, Basaria Pandjaitan: Dana Sekolah Dipotong
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/kye.(Akbar Nugroho Gumay)
Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan (kanan) menyaksikan petugas menunjukkan barang bukti uang yang diamankan dari operasi tangkap tangan (OTT) di Cianjur saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/12/2018). KPK menetapkan empat tersangka termasuk Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, serta mengamankan uang sejumlah Rp1,556 miliar yang diduga merupakan hasil korupsi dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018 

TRIBUNBATAM.id - Kasus korupsi Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar mengundang keprihatinan.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Basaria Pandjaitan menyebut kasus korupsi yang melibatkan  Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar berkaitan dengan dana pendidikan.

Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar memotong dana pendidikan yang seharusnya digunakan untuk membangun fasilitas sekolah.

"Kasus ini berhubungan dengan dana pendidikan. Jadi ada pemotongan dana yang seharusnya diberikan kepada anak didik. Ini sangat mengecewakan," kata Basaria dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Rabu (12/12/2018) malam.

Selain Irvan, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka.

Baca: 4 Fakta Penangkapan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar dan 5 Orang Lain oleh KPK

Masing-masing adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Rosidin, serta Tubagus Cepy Sethiady yang merupakan kakak ipar Irvan.

Dalam kasus ini, Irvan dan para pejabat di Dinas Pendidikan diduga menerima suap terkait pemotongan dana alokasi khusus (DAK) dana pendidikan di Kabupaten Cianjur Tahun 2018.

Jumlah potongan tersebut sebesar 14,5 persen dari nilai anggaran Rp 46,8 miliar.

Padahal, anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun fasilitas pendidikan di 140 SMP di Kabupaten Cianjur. Beberapa di antaranya untuk pembangunan ruang kelas dan laboratorium.

"Korupsi sektor pendidikan tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga dapat merusak masa depan bangsa untuk bisa lebih baik dan maju," kata Basaria.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wakil Ketua KPK: Korupsi Bupati Cianjur Sangat Mengecewakan", https://nasional.kompas.com/read/2018/12/13/09094641/wakil-ketua-kpk-korupsi-bupati-cianjur-sangat-mengecewakan.
Penulis : Abba Gabrillin
Editor : Krisiandi

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved