Punya Potensi Wisata, Tapi Banyak yang Pilih Bekerja di Pemerintahan, Ini Kata Wakil Bupati Anambas

Mudah-mudahan bisa kita carikan bersama-sama jalan keluarnya. Sehingga, diharapkan bisa bekerja pada sektor-sektor yang lain

Punya Potensi Wisata, Tapi Banyak yang Pilih Bekerja di Pemerintahan, Ini Kata Wakil Bupati Anambas
TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman
Peserta seleksi CPNS Anambas di depan Gedung BPMS Tarempa. Sektor pemerintahan masih menjadi incaran dalam lapangan pekerjaan di Anambas. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - ‎Sektor pemerintahan masih menjadi incaran untuk pekerjaan. Ini terlihat dari banyaknya jumlah pegawai, khususnya Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang tersebar pada sejumlah kecamatan, bahkan desa di Anambas.

"Memang kalau sekilas dilihat, paling banyak orang yang bekerja pada sektor pemerintah. Pagi saya lihat banyak pengendara motor dari pegawai. Sepertinya habis upacara. Selesai itu, jalanan seperti lengang," ujar Riki salah seorang warga Jakarta yang datang ke Anambas Kamis (13/12/2018).

Menurutnya, potensi yang dimiliki Anambas merupakan modal awal untuk membuka lapangan kerja baru selain sektor pemerintahan yang ada sekarang ini.

Ditemui di salahsatu tempat makan yang ada di Tarempa, ia cukup kagum dengan keindahan alam seperti pantai dan terumbu karang yang ada pada sejumlah pulau. Hal ini menurutnya cepat dilirik oleh sejumlah investor yang berdampak pada terbukanya lapangan kerja baru.

"Sebelum datang ke Anambas, saya sempat cari-cari di internet. Daerah ini memang terkenal dengan sektor migas dan pariwisatanya. Mungkin ini yang bisa dikembangkan sehingga membuka lapangan kerja baru. Tinggal bagaimana strategi daerahnya mungkin untuk mengembangkan sektor ini dalam mengundang investor misalnya," ungkapnya.

‎Sektor pemerintahan yang begitu mendominasi di Anambas memang sempat diakui Wakil Bupati Anambas, Wan Zuhendra. Dalam rapat paripurna di gedung DPRD belum lama ini, pihaknya tidak mengelak kalau banyaknya jumlah PTT yang menjadi sorotan fraksi di legislatif begitu menjadi problem besar.

Ia mengatakan, peningkatan jumlah PTT menurutnya tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah Daerah saja, namun menurutnya juga melalui usulan dari beberapa anggota di DPRD.

"Mudah-mudahan bisa kita carikan bersama-sama jalan keluarnya. Sehingga, diharapkan bisa bekerja pada sektor-sektor yang lain," ungkapnya.

Saat ini, tercatat sekitar 3.500 an PTT yang tersebar pada sejumlah OPD hingga ke desa di Anambas. Pendapatan yang mereka peroleh tiap bulannya bervariasi antara 1 juta-an Rupiah hingga 2,2 juta Rupiah tergantung latar belakang pendidikan terakhir PTT itu

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved