BP Batam Luncurkan Kegiatan Floating Storage dan Alih Muat Kapal di Batuampar

BP Batam ingin mengambil peluang dari keberadaan Selat Malaka yang merupakan choke point minyak terbesar kedua di dunia setelah Selat Hormuz

BP Batam Luncurkan Kegiatan Floating Storage dan Alih Muat Kapal di Batuampar
DOK BP BATAM
Badan Pengusahaan (BP) Batam meluncurkan kegiatan floating storage dan alih muat kapal Ocean Tankers (pte) ltd di wilayah Pelabuhan Batuampar, Senin (17/12) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Perdana, Badan Pengusahaan (BP) Batam meluncurkan kegiatan floating storage dan alih muat kapal Ocean Tankers (pte) ltd di wilayah Pelabuhan Batuampar, Senin (17/12/2018).

Kerjasama ini terjalin antara BP Batam dan Ateka Energy.

Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, kerjasama ini sebenarnya sudah ditunggu sejak lama.

Baca: Bocah 4 Tahun di Deli Serdang Sumut Ini Sudah 22 Hari Tertidur, Tenaga Medis Sebut Kondisinya Sehat

Baca: AS Bikin Replika Jet Tempur Buatan China Untuk Apa?

Baca: Jika Mampu Hidup Setahun Tanpa Smartphone, Perusahaan Ini Berani Bayar Rp1,4 Milliar. Tertarik?

Baca: TRANSFER LIGA 1 - PSM Makassar Incar Dua Pemain Berlabel Timnas yang Berasal dari Sulawesi Selatan

Mengingat potensi kemaritiman di Batam yang luar biasa. Hanya saja belum dimanfaatkan secara maksimal. Baru bisa terealisasi sekarang.

"BP Batam punya visi memacu semua potensi yang ada di Batam. Termasuk dari kemaritiman. Satu diantaranya dengan kegiatan alih muat kapal," kata Lukita dalam sambutannya.

Dalam hal ini, BP Batam ingin mengambil peluang dari keberadaan Selat Malaka yang merupakan choke point minyak terbesar kedua di dunia, setelah Selat Hormuz.

"Selat ini melintasi tiga negara. Indonesia, Malaysia dan sedikit wilayah Singapura," ujarnya.

Selat Malaka sendiri dilintasi sekitar 70 ribu kapal setiap tahunnya. Atau sekitar 200 kapal setiap hari. Diantaranya kapal tanker bermuatan 180 ribu DWT ke atas.

"Mimpi ini bisa jadi realita berkat prestasi kawan-kawan semua dan dukungan dari Kementerian Perhubungan. Dari Bea dan Cukai, Imigrasi, Karantina, dan lainnya. Juga dari kesiapan pengamanan perairan, dari Bakamla, polair dan lainnya. Ini jadi kepercayaan yang bisa kita berikan kepada investor," kata Lukita.

Sementara itu CEO Ocean Tankers (pte) ltd, Mr Evan Lim menyampaikan rasa terimakasihnya kepada pemerintah pusat, instansi keamanan dan BP Batam. Termasuk kepada Ateka Energy atas kerjasama ini.

Ia berharap kerjasama yang terjalin bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, khususnya Batam.

Dipilihnya Batam, satu diantaranya karena posisi Batam yang strategis, berdekatan dengan negara-negara tetangga. Seperti Singapura dan Malaysia.

"Kami yang pertama untuk melakukan hal ini di Batam. Floating storage ini adalah bisnis antar negara. Kami harap dengan kerjasama ini, membawa dampak positif tidak hanya untuk warga Batam tetapi juga untuk Indonesia. Karena kegiatan ekonomi yang akan terjadi," kata Evan Lim.

Ia juga berharap kedatangan mereka, akan mendukung visi dan misi BP Batam.

"Kami percaya ini akan menjadi pilot project untuk bisa dilaksanakan di kawasan lainnya. Dari efektifitas dan efisiensi. Kerjasama dengan BP Batam dan Ateka Energy menjadikan ini terealisasi," ujarnya. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved