BATAM TERKINI

Dikirim dari Malaysia, Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 7 Kilogram Sabu di Batam

Satgas Narkotics Internasional Center Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan sabu seberat 7 kilogram di Batam.

Dikirim dari Malaysia, Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 7 Kilogram Sabu di Batam
TRIBUNBATAM.id/ENDRA KAPUTRA
Barang bukti berupa sabu seberat 7 kg diamankan Bareskrim Polri di Batam. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Satgas Narkotics Internasional Center (NIC) Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan sabu seberat 7 kilogram di Batam.

Informasi yang dihimpun Tribunbatam.id, barang terlarang tersebut didapat dari Malaysia, dan rencananya akan diselundupkan ke Jakarta melalui Batam.

Pengungkapan sabu 7 kilogram ini pun dilakukan selama tiga hari. Yakni mulai 25,26, dan 27 bulan November 2018 lalu dengan lokasi yang berbeda beda.

Hal ini pun dibenarkan oleh, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto Selasa (18/12/2018). Saat dikonfirmasi Tribunbatam.id.

"Benar. Ada 5 orang tersangka yang kita amankan juga. Dari 5 orang tersangka, satu diantaranya WNA asal Malaysia," katanya, Selasa (18/12/2018).

Baca: HARI JADI KOTA BATAM - Warga Batam Mulai Serbu Stand Makanan Gratis di Dataran Engku Puteri

Baca: VIRAL! Pria Muntilan Nikahi Bule Cantik Asal Inggris. Lihat Foto-foto Romantis Mereka

Baca: Sedang Diteliti, Baterei Handphone Masa Depan. Cukup Dicas Seminggu Sekali

Diceritakannya, pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat satu minggu sebelum dilakukan penggerebekan.

Pada Minggu (25/11/2018) sekira pukul 23.00 Wib di depan Apotek Vitka Farma, Komplek Windsor Central Jalan Pembangunan, Lubuk Baja, Batam target pertama bernama Zulfadli (41) alias Zul alias Fadli.

Kemudian, berdasarkan hasil pemeriksaan, petugas mendapati nama lainnya yang terlibat pengiriman 7 kg sabu tersebut. Tersangka kedua bernama Anwar (38)  ditangkap di Perumahan Legenda Bali Blok E3 No 2 Baloi Permai pada hari yang sama.

"Kemudian keesokan harinya, sekitar pukul 11.15 Wib, ditangkap lagi Abdul Kadir (42) di Area parkir salah satu Hotel di Jalan Raja Ali Haji, Sei Jodoh, Batu Ampar," ucapnya.

Lalu pada malam harinya, sambung Eko sekira pukul 20.00 WIB di Loby Hotel City View, Komplek Nagoya Business Jalan Imam Bonjol, Lubuk Baja. Tim Satgas NIC kembali meringkus tersangka lainnya bernama Mustafa (29) alias Mustafa Kamal.

"Kita lanjutkan kembangkan lagi. Pada Selasa, (27/11/2018) sekitar pukul 20.00 Wib Robat Chandrasena (48) WNA Malaysia berhasil ditangkap di Terminal Fery Batam Center," sebutnya.

Selain sabu seberat 7 kilogram, serta 5 tersangka yang berhasil diringkus. Tim Satgas NIC juga mengamankan barang bukti lainnya berupa 8 unit hp berbagai merk serta 10 buah buku catatan penjualan sabu.

"WNA asal Malaysia ini berperan sebagai penyedia sabu. Anwar warga asal Jakarta ini perannya sebagai  pemesan sabu di Jakarta, sedangkan Mustafa asal Kampung Aceh Batam berperan sebagai pengendali keuangan. Untuk Zulfadli asal Kampung Aceh Batam berperan sebagai pemesan sabu ke Malaysia, dan Abdul Kadir merupakan ABK Kapal asal Langkat Sumut yang berperan sebagai pembawa sabu dari Malaysia. (dra)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved