BATAM TERKINI

Pasar Induk Tetap Ditertibkan, Pemko Siapkan Relokasi Sementara untuk Pedagang

PKL berkenan bisa masuk ketempat relokasi yang baru tersebut. Namun kalau jika tidak berkenan dan PKL ada tempat berjualan lainnya, pihaknya mempersil

Pasar Induk Tetap Ditertibkan, Pemko Siapkan Relokasi Sementara untuk Pedagang
TRIBUNBATAM.id/ROMA ULY SIANTURI
Suasana tempat relokasi PKL Pasar Induk, belum terlihat aktivitas apapun. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yusfa Hendri yang sekaligus Ketua Tim Terpadu mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi kembali dengan Pasar Induk. Namun didalam 2018 ini tetap harus dilakukan pemindahan sekaligus penertiban.

"Tak ada alasan lagi. Tempat relokasi sementara sudah disiapkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Pedagang Kaki Lima (PKL) ada yang setuju ada yang tidak setuju, intinya kami berikan alternatif dan memang sebuah pilihan," ujar Yusfa di Dataran Engku Puteri, Rabu (19/12/2018).

Baca: Wong Ching-kit, Pemuda Miliarder yang Tebar Uang dari Langit Hong Kong Ditangkap Polisi

Baca: Bocah 5 Tahun Asal Bandung Bersuara Terompet Setelah Tak Sengaja Telan Peluit. Lihat Videonya

Baca: Setelah Habib Bahar Ditahan, Fadli Zon Bereaksi. Ini Jawaban Polri

Baca: Semen Padang Tetapkan Syarat Utama Pemain di Liga 1 2019

Diakuinya jika PKL berkenan bisa masuk ketempat relokasi yang baru tersebut. Namun kalau jika tidak berkenan dan PKL ada tempat berjualan lainnya, pihaknya mempersilahkan.

"Kami tidak memaksa harus masuk ke tempat yang sudah kami siapkan," katanya.

Hal ini dilakukan untuk mendukung Pemko Batam dalam proses revitalisasi Pasar Induk. Agar Anggaran Pendapatan Belanja Negara (Negara) segera digulirkan untuk pembangunan.

Sementara itu, di depan kantor Wali Kota Batam, Kabid Trantib Satpol PP Pemko Batam, Imam Tohari mengaku pihaknya selalu siap perihal teknisnya. Dan tinggal menunggu arahan dari Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Ketua Tim Terpadu, Yusfa Hendri.

"Kita kapan saja sudah siap. Rencana tim Satpol yang akan turun sebanyak 700 orang. Belum lagi dari pihak kepolisian," kata Imam. (rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved