Setelah Habib Bahar Ditahan, Fadli Zon Bereaksi. Ini Jawaban Polri

Setelah Habib Bahar ditahan, reaksi mulai bermunculan termasuk dari Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

Setelah Habib Bahar Ditahan, Fadli Zon Bereaksi. Ini Jawaban Polri
Facebook
Habib Bahar bin Smith ditahan di Polda Jabar, terkait kasus penganiayaan anak. 

TRIBUNBATAM.id - Setelah Habib Bahar  ditahan, reaksi mulai bermunculan termasuk dari Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

Melalui akun Twitter-nya, Fadli Zon menyebut penahanan Bahar bin Smith merupakan kriminalisasi ulama.

Menanggapi pernyataan Wakil Ketua Umum Gerindra yang juga anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon, Kepala Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Muhammad Iqbal menegaskan, penahanan Bahar bin Smith murni kasus hukum dan memenuhi ketentuan sesuai undang-undang.

Bahar bin Smith ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau penganiayaan dan/atau melakukan kekerasan terhadap anak.

Habib Bahar bin Smith memenuhi panggilan Direktorat Kriminal Umum Polda Jabar di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (18/12/2018). Polisi memeriksa Habib Bahar atas laporan dugaan penganiayaan yang terjadi di sebuah pesantren di Kampung Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, pada 1 Desember 2018. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

“Silakan semua orang dapat berinterpretasi masing-masing. Saksinya lengkap dan bukti sangat lengkap, bahkan ada bukti digital,” kata Iqbal di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (19/12/2018).

Iqbal mengatakan, Polri sangat menghormati para ulama.

“Polri sering didoakan bahkan sering minta doa agar segala daya upaya Polri se-Nusantara diberi kemudahan oleh Allah SWT lewat doa dan tindakan-tindakan Habib yang mengajak masyarakat untuk betul-betul menjaga keamanan,” kata Iqbal.

Dalam kasus ini, Bahar dilaporkan ke Polres Bogor atas dugaan secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau penganiayaan dan/atau melakukan kekerasan terhadap anak, dengan nomor laporan LP/B/1125/XI/I/2018/JBR/Res Bgr tertanggal 5 Desember 2018. Penganiayaan dilakukan terhadap terduga korban berinisial MHU (17) dan Ja (18), diduga terjadi di sebuah pesantren di Kampung Kemang, Bogor, pada 1 Desember 2019 pukul 11.00 WIB.

Halaman
12
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved