Indonesia Masuk Darurat Narkoba, Ada 26.540 Penyalahgunaan di Kepri

Peraderan gelap narkoba kian marak di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, akibatnya, secara nasional terdapat 12 ribu orang meninggal dunia per tahunnya

Indonesia Masuk Darurat Narkoba, Ada 26.540 Penyalahgunaan di Kepri
TRIBUNBATAM.id/FILEMON HALAWA
Kepala BNN Provinsi Kepri Brigjen Pol Richard Nainggolan saat sosialisasi di Harmoni One Hotel, Kamis (20/12/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Peraderan gelap narkoba kian marak di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, akibatnya, secara nasional terdapat 12 ribu orang meninggal dunia per tahunnya.

"Jadi data ini termasuk besar. Hasil ini merupakan hasil yang dihitung BNN secara nasional yang bekerjasama dengan Universitas Indonesia," kata Kepala BNN Provinsi Kepri Brigjen Pol Richard Nainggolan saat sosialisasi di Harmoni One Hotel, Kamis (20/12/2018).

Diakui Richard, peredaran narkoba yang berkembang saat ini ada dua aspek, baik karena adanya demand (permintaan) maupun faktor suplai (penyedia).

Baca: Video Detik-detik Api Ledakan Kapal Sentuh Jembatan Ampera, 5 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Baca: Jelang Natal dan Tahun Baru, Tiket ke Medan Untuk Dua Maskapai Ini Sudah Habis

Baca: Pelabuhan Roro Rawan Penyeludupan, Bea dan Cukai Ungkap 5 Kasus di Pelabuhan Roro Tanjunguban

Menurut Richard, ada aspek legal dan ilegal dalam peredaran narkoba. Untuk aspek legal bisa digunakan sesuai peraturan perundang-undangan untuk keperluan medis.

"Yang dilarang ini adalah yang ilegal. Jadi ada klausal peredaran gelap. Tapi jangan salah artikan, bahwa narkoba itu bila keperluan medis dan melalui perundang-undangan peruntukannya boleh. Di sini kadang kita terkecoh," tambah Richard.

Di Kepri terdata ada 26. 540 ribu penyalahgunaan narkoba. Data ini bisa lebih banyak lagi karena diakui masih banyak yang belum terdata.

"Negara kita termasuk dalam fase darurat narkoba. Makanya, sejak dini dan kalau bisa ada kurikulum buat sekolah yang memuat soal bahaya narkoba," tambahnya.(leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved