Setelah 17 Tahun Dipenjara, Pria Ini Tidak Terbukti Bersalah. Ini Kompensasi yang Ia Dapatkan

Schmidt mengatakan, Jones merupakan orang pertama yang menyetujui pemberian kompensasi bagi mereka yang tidak melakukan kejahatan

Setelah 17 Tahun Dipenjara, Pria Ini Tidak Terbukti Bersalah. Ini Kompensasi yang Ia Dapatkan
Kansas Department of Corrections via NBC
Ricky Amos (kiri) dan Richard Jones (kanan). 

TRIBUNBATAM.id, OLATHE - Otoritas negara bagian Kansas, Amerika Serikat, sepakat untuk memberikan uang senilai 1,1 juta dollar atau sekitar Rp 15,9 miliar kepada seorang pria.

Pasalnya, pria tersebut menghabiskan 17 tahun di penjara usai divonis bersalah atas aksi perampokan.

Pria bernama Richard Anthony Jones mengatakan, perampokan itu dilakukan oleh seseorang yang mirip dengannya.

Baca: INFO CPNS 2018 - Pengumuman Hasil SKB CPNS 2018 Kominfo Bisa Dicek Disini

Baca: LIGA 1 - Empat Pemain Asing Liga 1 Ini Jalani Proses Naturalisasi. Layak Masuk Timnas Indonesia?

Baca: Kapal Meledak di Sungai Musi, Tidak Jauh dari Jembatan Ampera. Warga Dengar 5 Kali Ledakan

Melansir NBC News, Rabu (19/12/2018), Jaksa Agung Kansas Derek Schimdt akhir menyetujui penyelesaian kasus yang menimpa Jones pada Selasa lalu.

Schmidt mengatakan, Jones merupakan orang pertama yang menyetujui pemberian kompensasi bagi mereka yang tidak melakukan kejahatan, tapi justru dipenjara.

Melalui undang-undang negara bagian baru tersebut, orang-orang yang keliru divonis hakim bisa menuntut otoritas.

"Memenuhi semua persyaratan UU dan menyetujui nilainya sehingga Jones dapat menerima manfaat yang dia berhak dapatkan karena keliru dihukum," katanya.

CNN mencatat, semua itu berawal ketika seorang pria lain mencoba mencuri dompet seorang perempuan parkir Walmart, di Roeland Park, Kansas, pada 1999.

Dia melawan dan memegang erat tasnya, namun pria tersebut dapat kabur membawa ponsel milik korban.

Perempuan itu jatuh sehingga aksi pencurian diklasifikasikan sebagai perampokan yang parah.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved