BATAM TERKINI

Warga Tanjunguncang Terancam Tak Dapat Air Bersih dari ATB. Ini Sebabnya!

Pasokan air bersih untuk warga Tanjunguncang, Batam terancam terganggu. Ternyata ini penyebabnya!

Warga Tanjunguncang Terancam Tak Dapat Air Bersih dari ATB. Ini Sebabnya!
DOK HUMAS ATB
Hemat penggunaan air bersih, bentuk kepedulian untuk mempertahankan ketersediaan air baku 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tender pengelolaan Dam Tembesi termasuk proyek Badan Pengusahaan (BP) Batam yang bakal ditunda, akibat perubahan internal yang terjadi di tubuh BP Batam--jabatan Kepala BP Batam ex-officio Wali Kota.

Menanggapi hal ini, Presiden Direktur PT Adhya Tirta Batam (ATB), Benny Andrianto mengatakan, penundaan tersebut bisa berdampak langsung pada ketersediaan air baku, khususnya untuk masyarakat di Tanjunguncang.

"Dampak (penundaan)nya bukan pada tender sebenarnya. Tapi pada ketersediaan air bersih untuk masyarakat di Tanjunguncang," kata Benny, Kamis (20/12) di Mal Pelayanan Publik (MPP) Batam.

Saat ini, mereka sedang mencari cara untuk menyiasati ketersediaan air selama penundaan tersebut. Mengacu pada pemberitaan di media, Benny memperkirakan penundaan tender tak sampai satu tahun.

"Kalau kita ikuti berita, perkiraan Januari sudah dijalankan Pemko (wali kota ex-officio kepala BP Batam). Moga-moga satu atau dua bulan sudah dapat beradaptasi. Bulan ketiga, kita harapkan sudah bisa dilakukan (tender)," harapnya.

Baca: Takut Ditagih Utang Rp 274 Juta yang Habis Untuk Foya-foya, Pria Ini Pura-pura Mati

Baca: Mayat 2 Pria Ditemukan Bertumpuk Dalam Parit. Begini Kondisinya

Baca: Musim Mudik Tiba, Warga Batam Diminta Tingkatkan Aktivitas Siskamling

Baca: 2 Bulan Peluit Nyangkut di Tubuh Asep Yaya, Begini Awal Mula & Kronologinya Menurut Sang Ayah

Mengingat ketersediaan air saat ini sudah menjadi hal yang mendesak. Dikatakan, ketersediaan air baku saat ini hanya sekitar 300 liter per detik.

"Untuk jangka panjang ini akan menjadi masalah. Sekalipun ada Dam Tembesi," ujar Benny.

Ketersediaan air baku di Batam diperkirakan hanya mampu bertahan hingga 2020 mendatang. Setelah itu, pemerintah harus memikirkan lagi untuk jangka panjangnya.

"Batam akan terancam kekurangan air bilamana tak ada tambahan cadangan air baku. Apalagi kalau pengelolaannya tidak seprofesional ATB," katanya.

Sebelumnya diberitakan, perubahan yang terjadi di internal BP Batam, berdampak pada sejumlah proyek jangka panjang yang akan dikerjakan BP Batam.

Terutama proyek dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Proyek-proyek itu bakal ditunda. Seperti tender pengelolaan Dam Tembesi, dan tender pengembangan Bandara Hang Nadim dengan skema KPBU.

Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, penundaan ini dilakukan sampai diterbitkannya regulasi baru, yang mengatur pelaksanaan rangkap jabatan Kepala BP Batam secara ex-officio Wali Kota.

"Kita tidak tahu regulasinya kapan keluar. Saya juga sudah minta arahan dari Pak Menko Perekonomian, untuk ditunda sampai menjadi jelas. Bukan dibatalkan ya," kata Lukita, baru-baru ini.

Untuk diketahui, saat ini lebih kurang ada 37 investor yang tertarik ikut tender pengelolaan Dam Tembesi. Termasuk di dalamnya ATB. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved