BINTAN TERKINI

KPU Bintan Verifikasi Perbaikan DPTHP, 23 Orang Gangguan Jiwa Layak Memilih

Ada 23 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang kini terdata resmi dalam daftar pemilih tetap hasil perbaikan kedua (DPTHP2) untuk Pemilihan Umum

KPU Bintan Verifikasi Perbaikan DPTHP, 23 Orang Gangguan Jiwa Layak Memilih
TRIBUNBATAM.id
Komisioner KPU Bintan Haris Daulay berfoto bersama dengan pihak Perludem, di Jakarta. Haris Daulay mengatakan, pihaknya tengah melakukan ferivikasi data ODGJ. 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN - Ada 23 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang kini terdata resmi dalam daftar pemilih tetap hasil perbaikan kedua (DPTHP2) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019.

Komisioner KPU Bintan Divisi Perencanaan dan Data, Haris Daulay mengatakan, proses pendataan ODGJ yang mereka lakukan cukup panjang.

Pertama kali mendata ODGJ, KPU menghimpun data 160 orang. Melalui proses verifikasi yang ketat, hasilnya hanya ada 23 orang masuk kategori layak memilih.

"Artinya, dari jumlah yang kita himpun, hanya 23 ODGJ yang memiliki hak pilih dalam pemilu mendatang,"kata Haris.

Dipastikan, 23 ODGJ tersebut memenuhi syarat memilih sesuai ketentuan resmi. Haris juga memastikan, pihak keluarga setuju dan mengizinkan para ODGJ mengikuti proses pencoblosan pada Pileg dan Pilpres 2019.

Baca: Orang dengan Gangguan Jiwa Punya Hak Suara saat Pemilu 2019, KPU Bintan Verifikasi Data

Baca: Jangkau Pemilih Milenial, KPU Bintan Rela Sebarang Lautan Untuk Merekam Data

Baca: KPU Bintan Siapkan Anggaran untuk Alat Peraga Kampanye, Prosesnya Tetap Lelang

Baca: KPU Bintan Deklarasikan Forum Pemutakhiran Data Pemilih Bersama Pemda

Lebih lanjut dikatakan Haris, sebetulnya 23 ODGJ saat ini, ada 16 orang sudah pernah masuk ke dalam DPTHP.

Mereka semua merupakan dari kalangan orang yang terdata dalam Pendampingan Minum Obat (PMO) dan 7 ODGJ merupakan pemilih baru yang telah memenuhi syarat.

"Jadi dari 23 ODGJ ini, 16 orang itu terdata PMO. Tapi mereka sudah masuk DPT sebelumnya. Hanya saja mereka harus terus konsumsi obat kalau obatnya habis kumat lagi. Kalau 7 ODGJ itulah yang baru kita masukan ke DPTHP2,"kata Haris.

Untuk 137 ODGJ yang lainnya dipastikan belum masuk kategori layak memilih. Persyaratan yang ada belum bisa memasukan mereka. Dengan demikian, mereka tidak maduk DPTHP2.

"Kayak di Kecamatan Tambelan. ODGJ nya tidak dapat dimasukan ke DPTHP2, karena syarat tidak terpenuhi,"kata dia.(min)

Penulis: Aminnudin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved