BATAM TERKINI

Mobil Kepsek SMAN 1 Batam Dibobol Maling, Pelaku Diketahui Kendarai Sepeda Motor

Tadi saat mobil berbunyi dan mendengar ada kaca mobil yang pecah, kami langsung lihat ke arah mobil dan melihat sekilas pelaku mengendari sepeda motor

Mobil Kepsek SMAN 1 Batam Dibobol Maling, Pelaku Diketahui Kendarai Sepeda Motor
ISTIMEWA
Mobil Kepala Sekolah SMA N 1 Batam, Muhammad Chaidir dibobol maling dengan cara pecah di Masjid At-Taqwa Rusun Sungai Harapan Sekupang Jumat (21/12/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pelaku pecah kaca mobil Kepala SMAN 1 Batam di ketahui mengendarai sepeda motor saat beraksi.

"Tadi saat mobil berbunyi dan mendengar ada kaca mobil yang pecah, kami langsung lihat ke arah mobil dan melihat sekilas pelaku mengendari sepeda motor," kata Amirullah salah satu jamaah dan saksi saat itu, Jumat (21/12/2018).

Sementara itu Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fahroji mengungkapkan, dalam kasus pecah kaca itu, informasi yang di dapatkan pelaku mengendarai sepeda motor.

"Kalau pelaku dari informasi jamaah yang saat itu berada dekat Masjid At Taqwa Rusun Sungai Harapan Sekupang, pelaku mengendari sepeda motor saat itu," kata Oji.

Oji juga mengatakan, korban adalah kepala sekolah SMAN 1 Batam.

Baca: Pertama di Kota Batam, Perumahan Tiban Mas Resmi Jadi Kampung Tertib Lalulintas

Baca: Garneta Haruni Buka-bukaan di Hotman Paris Show. Ngaku Punya Anak dari Greg Nwokolo

Baca: 68 Perwira TNI Dimutasi. Kabasarnas dan Kapuspen Termasuk. Ini Daftarnya

Baca: Prabowo dan SBY Lakukan Pertemuan Tertutup. Ini Kata Dahnil Anzar Simanjuntak

"Korban kepala sekolah SMANSA, dan korban alami kerugian Rp 200 juta yang diambil pelaku pecah kaca dari dalam mobil korban," terangnya.

Oji juga menerangkan, bahwa dari informasi yang diterima dari korban, korban baru dari Bank BNI Pelita mengambil uang dan setelah itu melaksanakan sholat di Masjid At Taqwa Rusun Sungai Harapan Sekupang.

"Ketika korban melaksanakan sholat di Masjid At Taqwa Rusun Sekupang, mobil korban mengalami pecah kaca dan uang yang berada di dalam mobil sekitar Rp 200 juta raib di gondol pelaku," ungkapnya.

Kasus ini merupakan kelalalian korban, karena membawa uang tanpa pengamanan dari pihak kepolisian.

"Kami sudah memberikan imbauan bahwa masyarakat yang membawa uang banyak harus mendapatkan keamanan dari petugas kepolisian dan itu gratis," terangnya.

Atas kasus tersebut, Oji mengungkapkan bahwa korba sudah membuat laporan dan saat ini pihak sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Korban sudah membuat laporan dan saat ini kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut," jelasnya.(als)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved