Terlalu Sering Dipalsukan, BI Cabut Peredaran 4 Uang Kertas Berikut Ini. Batas Tukar 30 Desember

Karena sering dipalsukan, Bank Indonesia mencabut peredaran empat jenis uang kertas ini. Bagi yang masih punya, bisa ditukar ke BI sebelum 30 Desember

Terlalu Sering Dipalsukan, BI Cabut Peredaran 4 Uang Kertas Berikut Ini. Batas Tukar 30 Desember
KONTAN
BANK INDONESIA 

Terlalu Sering Dipalsukan, BI Cabut Peredaran 4 Uang Kertas Berikut Ini. Batas Tukar 30 Desember

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Bank Indonesia melayani penukaran uang yang sudah dicabut peredarannya hingga 30 Desember 2018, demi memaksimalkan layanan BI menjelang Natal dan Tahun Baru 2018.

BI akan menarik empat uang kertas tahun emisi 1998-1999 sampai tanggal 30 Desember 2018. Maka, setelah tanggal tersebut, keempat uang kertas tersebut tidak berlaku lagi.

Keempat uang kertas tersebut antara lain pecahan Rp 10.000 bergambar muka Cuk Nyak Dien Tahun Emisi 1998, Rp 20.000 tahun emisi 1998 bergambar muka Ki Hajar Dewantara, Rp 50.000 tahun emisi 1999 bergambar muka W.R. Soepratman, dan uang pecahan Rp 100.000 tahun emisi 1999, yang bergambar proklamator Soekarno-Hatta dan berbahan polymer.

Baca: Terancam Kehilangan Sponsor hingga Aturan Baru LIB. Ini Tantangan Persib Hadapi Liga 1 2019

Baca: HARI IBU 2018 - Bisa Dicontek, Puisi Romantis Untuk Rayakan Hari Ibu Berbahasa Inggris dan Indonesia

Baca: Selama Libur Natal dan Tahun Baru 2019, BRI Siapkan Dana Rp 49,2 Triliun

Baca: Beda dengan Mario Gomez, Ini Target Berat yang Dipikul Miljan Radovic Sebagai Pelatih Persib Bandung

"Walaupun Sabtu-Minggu, seluruh kantor BI melayani penukaran uang tersebut," ujar Direktur Departemen Pengelolaan Keuangan BI Luctor Tapiheru, saat media briefing di Bank Indonesia, Jumat (21/12).

Pertimbangan BI melakukan penarikan uang kertas yang sudah lama, antara lain karena ada emisi yang baru, teknologi pengaman uang yang baru, terlalu sering dipalsukan, dan masa edar uang yang sudah habis.

Penarikan keempat uang kertas tersebut tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor: 10/33/PBI/2008. (kontan)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved