Keluarga Curiga Kematian Jony di Rutan Batam karena Sebelumnya Ada Insiden Pemukulan

Eng Ngo, orangtua korban yang ditemui di RS Bhayangkara bercerita, 13 November 2018 lalu, sempat terjadi pemukulan terhadap Ahai, ayah dari Jony.

Keluarga Curiga Kematian Jony di Rutan Batam karena Sebelumnya Ada Insiden Pemukulan
tribun batam
Suasana di ruang forensik RS Bhayangkara Polda Kepri 

Laporan Tribun Batam, Eko Setiawan

TRIBUNBATAM.id BATAM - Kematian Jony Bin Tju Tjiau Bun Alias Along warga binaan Rutan Batam, Selasa (25/12/2018) masih miaterius.

Pihak keluarga tidak terima dan meminta untuk dilakukan otopsi kepada jenazah korban.

Eng Ngo, orangtua korban yang ditemui di RS Bhayangkara bercerita, 13 November 2018 lalu, sempat terjadi pemukulan terhadap Ahai, ayah dari Jony.

Pemukulam tersebut terjadi ketika Ahai datang berkunjung ke Rutan untuk menemui anaknya yang dititipkan ke Rutan Tersebut.

"Memang ada pemukulan. Suamin aya dipukul saat mau melihat Jony di Rutan. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polda Kepri oleh pengacaranya," sebut Eng Ngo.

Baca: BREAKINGNEWS - Jony Meninggal di Rutan Batam. Jenazah Diotopsi

Eng Ngo mengetahui kalau anaknya meninggal dunia pada Selasa (25/12/2018) sore.

Eng diberitahu menantunya kalau sang anak sudah meninggal dunia.

Menurut Eng, ia tidak tahu apa pemyakit yang diderita sang anak.

Hanya saja, Eng pernah mendengar kabar kalau anaknya pernah dipukul di rutan, di hari yang sama saat ayahnya dipukul.

"Ayahnya dipukul di luar rutan, anak saya di dalam. Cuma itu saja yang saya tahu," sebut Eng.

Sejauh ini, Istri Jony belum terlihat berada di rumah sakit.

Menurut Eng, istri Jony masih di Polsek Sagulung untuk membuat laporan polisi terkait kasus kematian Jony.

Penulis:
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved