Capaian Realisasi Pajak Daerah Lebihi Targert Hingga 103,95%, Ini Penjelasan Kepala BP2RD Kepri

Capaian realisasi pajak daerah Kepulauan Riau (Kepri) per 26 Desember 2018 telah tercapai 103,95 persen atau berada di angka Rp 1.078.560.943.053, dar

Capaian Realisasi Pajak Daerah Lebihi Targert Hingga 103,95%, Ini Penjelasan Kepala BP2RD Kepri
TRIBUNBATAM.id/ROMA ULY SIANTURI
Kepala BP2RD Kepri Reni Yusneli saat memaparkan capaian realisasi pajak daerah 2018 di Graha Kepri Lantai IV Batam Center, Kamis (27/12/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Capaian realisasi pajak daerah Kepulauan Riau (Kepri) per 26 Desember 2018 telah tercapai 103,95 persen atau berada di angka Rp 1.078.560.943.053, dari target yang ditetapkan senilai Rp 1.037.600.830.847.

Hal ini membuktikan bahwa capaian tersebut melebihi target yang telah ditetapkan Badan Penerimaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD).

Sesuai Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mengatur Jenis Pajak Daerah yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi ada 5 jenis.

Diantaranya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB), Pajak Air Permukaan, dan Pajak Rokok.

Kepala BP2RD Kepri Reni Yusneli mengatakan yang tidak tercapai target diantaranya Pajak Air Permukaan dan Pajak Rokok. BP2RD menargetkan target Pajak Air Permukaan 2018 senilai Rp 4.585.584.114. Namun hanya tercapai diangka Rp 2.181.507.982 atau 47,57 persen.

Baca: Ucapan Selamat Tahun 2019 untuk Orang Spesial dalam Bahasa Indonesia dan Inggris

Baca: Eks Kepala Syahbandar Pulau Sambu Batam Diantar ke Rutan Tanjungpinang

Baca: Persib Target Juara Liga 1 2019-Esteban Vizcarra Disebut Sudah Deal, Frets Butuan Menyusul

Baca: Diwarnai Petir Bersahutan, Semburan Abu Gunung Krakatau Mencapai 10 Km

"Hal ini dikarenakan salah satu wajib pajak air permukaan yang terbesar PT Adhya Tirta Batam (ATB) tidak melakukan pembayaran terhadap kurang bayar pajak yang timbul karena adanya perubahan Peraturan Gubernur," kata Reni.

Sedangkan Pajak Rokok, lanjut Reni, BP2RD menargetkan untuk 2018 senilai Rp 104.204.415.886. Namun hanya terealisasi diangka Rp 92.268.109.103 tau 88,55 persen.

"Belum capai target karena Pajak Rokok ini sifatnya given dari pusat dimana Pemerintah Daerah hanya menerima. Yang mana penyaluran pajak pokok triwulan keempat (Oktober dan November 2018) akan disalurkan akhir Desember 208,"paparnya.

Diakuinya, sejauh ini BP2RD belum ada menerima dari Pemerintah Pusat. Diperkirakan pada akhir Desember mendatang.

Sementara itu, pajak mencapai target dari 3 jenis pajak diantaranya PKB, BBN-KB dan PBB-KB. Untuk PKB, BP2RD menargetkan capaian pajak senilai Rp 402.774.825.415 terealisasi senilai Rp 415.753.309.005 atau 103,22 persen.

Kemudian BP2RD menargetkan capaian pajak dari jenis BBN-KB senilai Rp 229.224.716.286 terealisasi Rp 252.940.679.246 atau 110,35 persen.

"Nah yang ketiga kita mencapai target juga di PBB-KB. Kita menargetkan untuk 2018 ini diangka Rp 269.811.289.146, ternyata terealisasi mencapai Rp 315.417.337.717 atau 106,27 persen," papar Reni.

Ditempat yang sama Reni juga mengucapkan terimakasih terhadap seluruh stakeholder. Diantaranya kepolisian, jasa raharja, masyarakat, dan perusahaan sebagai Wajib Pajak yang taat membayar pajak.(rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved