BPJS KESEHATAN

Untuk Program Rujuk Balik Berbasis Medication Therapy Management, Kimia Farma Siap Layani Peserta

Penanggungjawab Klinik dan Apotek Kimia Farma,Dikky Heryanto mengatakan ada peran apotek dan apoteker yang cukup besar di dalam PRB MTM

Untuk Program Rujuk Balik Berbasis Medication Therapy Management, Kimia Farma Siap Layani Peserta
DOK BJPS KESEHATAN BATAM
Penanggungjawab Klinik dan Apotek Kimia Farma,Dikky Heryanto 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - PRB MTM atau Program Rujuk Balik berbasis Medication Therapy Management yang merupakan Program Rujuk Balik melalui optimalisasi tenaga farmasi dengan tujuan untuk melakukan pengelolaan pasien PRB secara komprehensif disambut baik oleh Kimia Farma.

Dikky Heryanto selaku Penanggungjawab Klinik dan Apotek Kimia Farma  mengatakan bahwa ada peran apotek dan apoteker yang cukup besar di dalam PRB MTM ini.

Selain menyediakan obat untuk program rujuk balik setiap petugas di apotek diharuskan untuk memberikan edukasi kepada pasien agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya dalam hal mengonsumsi obat terutama penyakit kronis.

“Petugas harus dapat memastikan peserta untuk mengkonsumsi obat secara tepat dan benar.”

Petugas juga diharuskan untuk dapat mengedukasi dan mendorong peserta agar dapat berpartisipasi aktif dalam manajemen obat secara mandiri serta patuh dalam mengonsumsi obat dengan memperhatikan dosis, frekuensi dan waktu minum.

Berangkat dari hal tersebut Kimia Farma sudah cukup siap menghadapi PRB MTM mengingat jumlah apoteker yang ada di Kimia Farma di wilayah Batam berjumlah 40 orang.

Selain itu kami melaksanakan program Home Pharmacy Care dan Telefarma sebagai salah satu upaya dalam pelayanan kefarmasian berbasis MTM ini.

Home Pharmacy Care dan Telefarma memungkinkan pasien dapat berkonsultasi langsung dengan apoteker, baik via telepon atau berkunjung langsung.

Biasanya Home Pharmacy Care ditujukan bagi pasien usia lanjut. Sedangkan telefarma ditujukan kepada siapapun yang ingin berkonsultasi namun tidak bisa face to face.

“Dengan telefarma ini diharapkan pasien akan lebih paham tentang penggunaan obat secara tepat,” ungkapnya.

Hambatan yang akan dihadapi menurut Dikky adalah terkait ketersediaan obat.

Namun dalam hal ini Dikky mengatakan Kimia Farma akan tetap berkomitmen untuk mengupayakan ketersediaan obat dengan berbagai cara.

Salah satunya dengan menyediakan ketersediaan obat lebih banyak dari data obat jumlah pasien PRB yang diberikan oleh Kantor BPJS Kesehatan di suatu wilayah.

“Service level ketersediaan barang apotek untuk pelayanan pasien PRB kami upayakan sebanyak 1.5 kali kebutuhan perbulan,” katanya.(adv)

Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved