SIDANG MONEY POLITIC

Dua Caleg Perindo Kepri Lolos Jeratan Penjara. Namun Terdakwa Edyson Sebut Ada Keanehan. Kok Bisa?

Edyson Tatulus menyoroti ada keanehan perihal proses penetapan dirinya sebagai tersangka oleh penyidik

Dua Caleg Perindo Kepri Lolos Jeratan Penjara. Namun Terdakwa Edyson Sebut Ada Keanehan. Kok Bisa?
RACHTA YAHYA
Terdakwa Edyson Tatulus memberikan keterangan pers usai sidang putusan di PN Tanjungbalai Karimun, Jumat (28/12/2018) sore. TRIBUN BATAM/RACHTA YAHYA 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun memutuskan Dr Edyson Tatulus (58) dan Indri Ceria Agustin (22), dua terdakwa perkara dugaan money politic caleg Partai Perindo Kepri bersalah pada sidang, Jumat (28/12/2018) sore.

Terdakwa 1, Dr Edyson Tatulus divonis 4 bulan penjara dan denda Rp 10 juta, subsider 3 bulan penjara.

Sedangkan terdakwa 2 yakni Indri Ceria Agustin divonis 2 bulan penjara dan denda Rp 10 juta, subsider 3 bulan penjara.

Namun keduanya tidak perlu menjalani hukuman kurungan penjara dikarenakan Majelis Hakim memberikan hukuman percobaan 8 bulan bagi Dr Edyson Tatulus dan 4 bulan bagi Indri Ceria Agustin.

"Hukuman pidana penjara tidak usah dijalani kecuali di kemudian hari ada keputusan hakim disebabkan terpidana melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan," ujar Ketua Majelis Hakim, Bambang Setyawan membacakan putusan.

Vonis tersebut nyaris sama dengan tuntutan JPU Aditya Rachman Rosadi dari Kejaksanaan Negeri Tanjungbalai Karimun.

Baca: Sidang Dugaan Money Politic - Pengacara Sebut Edyson Tahu Status Terdakwa dari Media

Baca: Bantah Tidak Hormati Persidangan, Penasihat Hukum Edyson Sebut Tidak Terima Surat Panggilan Jaksa

Baca: Polres Karimun SP3 Kasus Ketua Partai Perindo Kepri.  Andi: Kebenaran Sudah Menemukan Jalannya

JPU sebelumnya menuntut Dr Edyson Tatulus dengan pidana penjara selama 5 bulan, denda Rp 10 juta, subsider 3 bulan penjara dengan masa percobaan 10 bulan. Sedangkan Indri Ceria Agustin, JPU menuntut pidana penjara 3 bulan, denda Rp 10 juta, subsider 3 bulan penjara dengan masa percobaan 6 bulan.

Baik JPU maupun para penasehat kedua terdakwa menyatakan pikir-pikir atas putusan Majelis Hakim tersebut.

"Berbeda dengan sidang biasanya, untuk perkara dugaan pelanggaran Pemilu, JPU dan terdakwa diberikan waktu hanya selama 3 hari untuk menanggapi putusan Majelis Hakim," kata Bambang Setyawan yang disambut anggukan kepala oleh JPU dan para Penasehat Hukum kedua terdakwa.

Dr Edyson Tatulus usai sidang kepada wartawan mengatakan menerima putusan Majelis Hakim tersebut.

Halaman
12
Penulis: Rachta Yahya
Editor: Rachta Yahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved