TANJUNGPINANG TERKINI

Pemko Tanjungpinang Setuju Penyesuaian HET LPG 3 Kg, Ini Besaran Harga Baru

"Dengan ditetapkannya HET LPG 3 kg Rp 18 ribu, harga di lapangan menjadi harga akhir di masyarakat, tidak ada lagi yang menjual di atas harga tersebut

Pemko Tanjungpinang Setuju Penyesuaian HET LPG 3 Kg, Ini Besaran Harga Baru
TRIBUNBATAM.id
Suasana antrean pembelian gas elpiji saat operasi pasar di SPBU Batu 6 Tanjungpinang,beberapa waktu lalu 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Pemerintah Kota Tanjungpinang menyetujui kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET ) LPG 3kg Rp 18.000 dan akan diberlakukan mulai awal Januari 2019.

Kenaikan HET tersebut telah melalui kajian dan pertimbangan. Hal tersebut disampaikan Walikota Tanjungpinang Syahrul.

Syahrul mengatakan, bahwa sesuai SK Walikota Tanjungpinang Nomor 432 tahun 2018 tanggal 29 November 2018 bahwa telah ditetapka harga HET LPG 3 kg sebesar Rp 18 ribu.

Kenaikan tersebut akan diberlakukan mulai awal Januari 2019. Pangkalan tidak dibenarkan menjual diatas HET, apabila ada temuan di lapangan penjualan LPG diatas HET pihak berwenang tidak segan-segan untuk memberikan sanksi hingga pemutusan hubungan kerja.

Lebih lanjut dijelaskan Syahrul, bahwa sejak diberlakukannya konversi minyak tanah ke gas pada tahun 2010, HET LPG 3 kg Rp 15 ribu, berdasarkan SK Walikota Nomor 34 tahun 2010 tentang HET LPG 3 Kg untuk wilayah Kota Tanjungpinang.

Baca: Oknum Polwan Singapore Palsukan Pernyataan Korban Pelecehan Seksual: Mengaku Tak Keberatan Disentuh

Baca: Erwin Ramdani Ingin Bela Persib dan Miljan Radovic Ramu Skuad agar Juara Liga 1 2019

Baca: Kades Baru Harus Rangkul Lawan saat Pemilihan, Rafiq Lantik Lima pejabat Kepala Desa

Baca: Bukit Balai Permai Jadi Kampung Tertib Lalulintas, Kapolres Karimun Ajak Warga Pelopor Keselamatan

"Kecuali di Penyengat, ada biaya tambahan transportasi sebesar Rp 2 ribu yang hingga saat ini belum pernah mengalami penyesuaian harga. Sementara biaya operasional dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan seperti UMK, BBM dan biaya operasional lainnya," kata Syahrul saat rapat, Jumat (28/12/2018).

Syahrul menambahkan sebelum dilakukan penyesuaian harga ini Pemerintah Kota (Pemo) Tanjungpinang sudah melakukan kajian dan melakukan rapat dengan Pertamina Hiswana Migas serta Pemerintah Provinsi Kepri.

"Hiswana migas sudah mengajukan penyesuaian harga sejak tahun 2014, namun Pemko Tanjungpinang belum menyetujui karena dengan pertimbangan kondisi saat itu belum saatnya untuk naik. Kemudian untuk kedua kalinya Hiswana Migas mengajukan kenaikan pada tahun 2017," katanya.

Penyesuaian HET ini kata Syahrul merupakan kepastian harga di masyarakat. Karena realita di lapangan harga jual LPG 3kg yang sudah ditetapkan Rp 15 ribu dijual dengan kisaran Rp 18 ribu sampai dengan Rp 20 ribu, bahkan hingga Rp 22 ribu.

"Dengan ditetapkannya HET LPG 3 kg Rp 18 ribu, harga di lapangan menjadi harga akhir di masyarakat, tidak ada lagi yang menjual di atas harga tersebut, kecuali di Penyengat, karena ada biaya transportasi tambahan yang harus dikeluarkan sebesar Rp 2 ribu," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Wahib Wafa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved