Rupiah Disebut Susah Menguat Secara Signifikan. Ternyata Ini Pemicunya

Nilai tukar rupiah disebut susah menguat secara signifikan karena sejumlah hal. Apa saja itu?

Rupiah Disebut Susah Menguat Secara Signifikan. Ternyata Ini Pemicunya
TRIBUNBATAM.id/Ganjar Witriana
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Rupiah diprediksi stabil hingga penutupan perdagangan di tahun ini.

Sebab, penutupan pemerintahan di Amerika Serikat membuat dollar AS cenderung loyo.

Kamis (27/12/2018), nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 0,11% ke posisi Rp 14.561 per dollar AS. Kurs tengah rupiah Bank Indonesia juga terapresiasi 0,26% ke level Rp 14.563 per dollar AS.

Josua Pardede, ekonom Bank Permata, menyebut, indeks dollar AS melemah karena belum ada kesepakatan terkait anggaran tembok perbatasan yang diajukan Presiden Donald Trump kepada parlemen.

Baca: INFO GEMPA HARI INI - Gempa 6.1 SR Guncang Manokwari Jumat Pagi Jam 10.03 WIB. Berikut Info BMKG

Baca: Lava Pijar dan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terus Menyembur, Warga Sebesi Mulai Ketakutan

Baca: INFO CPNS 2018 - Jika Dinyatakan Lulus CPNS 2018, Ini Tahapan Lanjutan yang Harus Dilalui

Baca: Kelebihan Frets Butuan yang Dikabarkan Merapat ke Bandung, Barisan Gelandang Persib Makin Mengkilap

Baca: 21 Gunung Api di Indonesia yang Berstatus di Atas Normal, Gunung Sinabung Awas, Anak Krakatau Siaga

Baca: Empat Pemain Lokal yang Berpotensi Direkrut Persib, 2 Pemain Punya Hubungan Emosional dengan Bandung

Meski begitu, mata uang Garuda sulit menguat signifikan, lantaran yuan melemah setelah bank sentral China menambah likuiditas.

"Upaya intervensi BI di pasar berhasil menstabilkan rupiah," ujar Josua, kemarin.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menyebut, Jumat (28/12), rupiah akan merespons data consumer confidence AS. \

Hasilnya diprediksi kurang bagus. Jika sesuai ekspektasi, bisa menguntungkan rupiah.

Prediksi Faisyal, rupiah menguat terbatas di kisaran Rp 14.525–Rp 14.580 per dolar AS. Josua menghitung rupiah stabil di rentang Rp 14.525–Rp 14.625 per dolar AS. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved