Kecewa Terhadap BMKG, Ifan Seventeen : Mestinya Ada Peringatan Dini dari BMKG

Vokalis grup band Seventeen, Riefian Fajarsyah atau yang biasa disapa Ifan, menyatakan kekecewaannya terhadap BMKG terkait tsunami Banten.

Kecewa Terhadap BMKG, Ifan Seventeen : Mestinya Ada Peringatan Dini dari BMKG
KOMPAS.com /MUHLIS AL ALAWI
Vokalis Band Seventeen, Riefian Fajarsyah yang biasa disapa Ifan (berkacamata hitam) menghadiri pemakaman istrinya Dylan Sahara Puteri (26) di tempat pemakaman umum Taman Arum, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan Ponorogo, Selasa (25/12/2018) siang. 

TRIBUNBATAM.id, PONOROGO - Vokalis grup band Seventeen, Riefian Fajarsyah atau yang biasa disapa Ifan, menyatakan kekecewaannya terhadap Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG).

Pasalnya, tidak ada peringatan dini apapun sebelum kejadian tsunami menyapu Anyer, Banten, beberapa waktu lalu.

"Semestinya peringatan itu disampaikan BMKG sejak dini. Itu yang kami sesalkan," ujar Ifan saat ditemui Kompas.com di kediaman mendiang istrinya, Dylan Sahara Puteri, di Kota Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (28/12/2018) malam.

Ifan berada di kediaman keluarga almarhumah Dylan untuk mengikuti serangkaian doa tujuh hari meninggalnya istrinya akibat diterjang tsunami di Anyer.

Baca: Rela Nabung 10 Tahun, Wanita Ini Bawa Sekarung Uang Pecahan Rp 2.000 Untuk Beli Motor

Baca: Mengadu Diperkosa Atasan 4 Kali, Wanita Ini Justru Terima Surat Pemecatan

Baca: TERUNGKAP! Bukan Persib Bandung, Inilah Klub Impian Wesley Sneijder Untuk Merumput Musim 2019

Baca: Keluar Batu saat Kencing,Ternyata 56 Batu Bersarang di Ginjal Bocah 9 Tahun. Kebiasaan Ini Pemicunya

Baca: Sejak Erupsi, Tinggi Gunung Anak Krakatau Kini Tinggal 110 Meter. Ternyata Ini Sebabnya

Baca: BREAKINGNEWS. Seorang Pria Ditemukan Gantung Diri di Sebuah Lapangan Voli di Anambas

Menurut Ifan, biasanya BMKG selalu memberikan peringatan dini kepada seluruh pihak bila akan terjadi bencana alam.

Namun dalam peristiwa itu, tidak ada satupun peringatan yang disampaikan oleh BMKG.

"Biasanya BMKG selalu memberikan peringatan sebelum ada kejadian bencana. Tetapi dari kami, Seventeen, hotel, dan PLN tidak mendapatkan peringatan apapun sebelum kejadian terjadi. Semestinya peringatan itu disampaikan," jelas Ifan.

Terlebih lagi, kata Ifan, saat itu BMKG hanya memberikan informasi terjadi gelombang pasang. Padahal sudah ramai beredar informasi di media sosial terjadi tsunami.

"Aku tidak cari kambing hitam. BMKG itu ada untuk memberikan peringatan kepada masyarakat bila ada tanda-tanda bencana alam. Tetapi, infonya sepertinya tidak ada. Aku tidak ingin saudara yang lain mengalami hal yang sama," sebut Ifan. (*)

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ifan Seventeen: Mestinya Ada Peringatan Dini dari BMKG.."

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved