Teganya, Keluarga Korban Tsunami Dipungli Staf Rumah Sakit Bayar Ambulans Angkut Jenazah

Jajaran Polda Banten menangkap tiga orang yang malakukian pungli terhadap keluarga korban dengan dalih biaya ambulans untuk membawa jenazah korban.

Teganya, Keluarga Korban Tsunami Dipungli Staf Rumah Sakit Bayar Ambulans Angkut Jenazah
TRIBUNBATAM/dok PWI
Salah satu korban Tsunami Banten saat dievakuasi oleh warga dengan mobil pickup 

TRIBUNBATAM.id, BANTEN -  Di saat keluarga korban tsunami Selat Sunda sedang dirundung duika, masih ada orang yang tega mencari keuntungan dari mereka.

Terungkap, keluarga korban tsunami Selat Sunda menjadi korban pungli saat hendak membawa jenazah menggunakan ambulans. Padahal seluruh biaya ditanggung negara.

Untungnya, Polda Banten cepat bergerak ketika mendapat informasi adanya pungli bagi keluarga korban tsunami Selat Sunda.

Jajaran Polda Banten menangkap tiga orang yang malakukian pungli terhadap keluarga korban dengan dalih biaya ambulans untuk membawa jenazah korban.

Dilansir dari Kompas.com, pelakunya adalah oknum pegawai di Rumah Sakit dr. Drajat Prawiranegara (RSDP), Kabupaten Serang.

Baca: Indonesia Sempat Dikabarkan Bakal Tsunami, BNPB Minta Warga Gunakan Informasi BMKG

Baca: Aa Jimmy & Keluarga Tergulung Tsunami saat Makan, Simak Kesaksian 2 Korban Selamat Tsunami Banten

Baca: Video Detik-detik Bocah yang Ditemukan Selamat dari Terjangan Tsunami: Ayah, Efan Kangen Mamak

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Banten melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi dan mengamankan dua alat bukti berupa kuitansi dan uang tunai Rp15 juta.

"Sore tadi ditetapkan tiga tersangka inisial F, I, dan B," kata Kabag Wasidik Ditreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Dadang Herli Saputra.

Satu tersangka berinisial F diketahui seorang aparatur sipil negara (ASN) yang betugas sebagai staf di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RSDP Kabupaten Serang, Banten.

Sementara dua tersangka lainnya merupakan karyawan CV Nauval Zaidan yang bekerja sama dengan pihak rumah sakit untuk pengadaan mobil jenazah.

Dadang mengatakan, RSDP menangani 34 jenazah korban tsunami Selat Sunda sejak 23 Desember 2018.

Dari jumlah tersebut, ada 11 jenazah yang dipulangkan menggunakan jasa mobil jenazah CV Nauval Zaidan, sisanya menggunakan ambulans sendiri yang didatangkan oleh pihak keluarga korban.

"Dari 11 jenazah, lima jenazah dipulangkan gratis, sementara enam lagi dimintai pungutan oleh tersangka," kata Dadang.

Dadang tidak merinci berapa jumlah biaya yang harus dibayarkan oleh keluarga korban meninggal saat mengurus pemulangan jenazah.

Namun, uang tunai yang disita dari tersangka tinggal tersisa Rp 15 juta lagi.

Ketiga dijerat dengan pasal 12 Huruf E, UU No 33 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaiman telah dirubah dalam undang-undang No 20 tahun 2001.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved