2 Anak Imigran Tewas di Tahanan AS, Trump Salahkan Demokrat. Ngambek, 2 Minggu Tutup Gedung Putih

Demokrat yang saat ini menguasai kongres menolak proposal Donald Trump yang mengajukan anggaran pembangunan tembok perbatasan Meksiko.

2 Anak Imigran Tewas di Tahanan AS, Trump Salahkan Demokrat. Ngambek, 2 Minggu Tutup Gedung Putih
AFP
Keluarga berdoa di dekat peti mati anak imigran asal Guatemala yang meninggal di tahanan AS 

TRIBUNBATAM.id, WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump menyalahkan Partai Demokrat atas kematian dua anak imigran dalam tahanan AS.

Pernyataan ini menambah ketegangan antara Gedung Putih dengan Demokrat yang membuat Donald Trump menutup gedung Putih selama dua minggu terakhir.

Penyebabnya, Demokrat yang saat ini menguasai kongres menolak proposal Donald Trump yang mengajukan anggaran pembangunan tembok perbatasan Meksiko.

"Kematian anak-anak atau orang lain di perbatasan adalah kesalahan Demokrat dan kebijakan imigrasi mereka yang menyedihkan. Membuat orang melakukan perjalanan jauh dengan berpikir bahwa mereka dapat memasuki negara kita secara ilegal. Mereka tidak bisa. Jika kita memiliki tembok, mereka bahkan tidak akan mencoba," kata Trump yang seperti biasa, mengoceh di Twitter.

Komentarnya muncul setelah kematian terpisah dua anak Guatemala, berusia tujuh dan delapan tahun, yang melintasi perbatasan secara ilegal.

Dilansir TribujnBatam.id dari Kantor Berita AFP, dua anak dan kerabatanya itu ditahan oleh patroli perbatasan AS, namun kedua anak itu meninggal di tahanan.

Felipe Gomez yang berusia delapan tahun, pingsan setelah demam, meninggal dalam tahanan AS setelah bepergian dengan ayahnya dari Guatemala.

Dia meninggal pada hari yang sama ketika Jakelin Caal, seorang gadis Guatemala juga meninggal dalam tahanan AS dalam kondisi yang sama awal bulan ini.

Tweet itu menegaskan cuitan Trump sebelumnya yang mengatakan tetap menutup Gedung Putih setelah delapan hari kebuntuan atas anggaran pembangunan dinding perbatasan yang ditolak Demokrat.

Bahkan, Trump menyerang mantan presiden Barack Obama yang disebutnya membangun dinding tinggi di rumahnya untuk keamanan. Menurut Trump, Amerika butuh dinding yang sama, dalam versi yang lebih besar.

Halaman
123
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved